Tawarkan Standar Baru AI Storage untuk Industri Keuangan
Rabu, 26 November 2025 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
“MinIO berpartisipasi dalam WFIS Indonesia untuk memperkuat komitmen kami pada salah satu pasar pertumbuhan utama MinIO. Indonesia saat ini telah menjadi rumah bagi sejumlah bank terkemuka serta lembaga pemerintahan dan badan regulasi terkait keuangan yang mengandalkan MinIO untuk penyimpanan objek modern dan cloud-native. Oleh karena itu, MinIO melihat adanya potensi tambahan yang signifikan di pasar ini,” kata Enterprise Account Executive, APAC – MinIO, Niki Lee.
Banyak pengunjung yang antusias berdiskusi mengenai studi kasus sektor banking dan fintech, terutama mengenai bagaimana MinIO telah digunakan sebagai fondasi untuk data lakehouse modern, fraud detection pipeline, hingga model AI yang membutuhkan throughput sangat tinggi.
Sebagai bagian dari agenda utama, Jihun Na, Field Architect MinIO, menjadi pembicara pada sesi konferensi WFIS 2025 dengan topik: “The New Standard for AI Storage”. Dalam sesi ini, Jihun Na mengupas tiga poin penting sebagai fondasi baru penyimpanan data untuk AI: Object-native architecture eliminates bottlenecks at AI scale.
Baca Juga: OJK Targetkan Transformasi Besar di Sektor Keuangan Digital 5 Tahun Mendatang
Pertama, arsitektur object-native MinIO memungkinkan mengatasi bottleneck yang sering terjadi pada infrastruktur legacy saat memproses data dalam skala besar. Kedua, Full S3 API sebagai data standar AI yang kompatibel. MinIO dibangun 100% kompatibel dengan AWS S3 API, menjadikannya standar terbuka untuk data pipeline modern dan memudahkan adopsi AI di berbagai institusi keuangan.
Banyak pengunjung yang antusias berdiskusi mengenai studi kasus sektor banking dan fintech, terutama mengenai bagaimana MinIO telah digunakan sebagai fondasi untuk data lakehouse modern, fraud detection pipeline, hingga model AI yang membutuhkan throughput sangat tinggi.
Sebagai bagian dari agenda utama, Jihun Na, Field Architect MinIO, menjadi pembicara pada sesi konferensi WFIS 2025 dengan topik: “The New Standard for AI Storage”. Dalam sesi ini, Jihun Na mengupas tiga poin penting sebagai fondasi baru penyimpanan data untuk AI: Object-native architecture eliminates bottlenecks at AI scale.
Baca Juga: OJK Targetkan Transformasi Besar di Sektor Keuangan Digital 5 Tahun Mendatang
Pertama, arsitektur object-native MinIO memungkinkan mengatasi bottleneck yang sering terjadi pada infrastruktur legacy saat memproses data dalam skala besar. Kedua, Full S3 API sebagai data standar AI yang kompatibel. MinIO dibangun 100% kompatibel dengan AWS S3 API, menjadikannya standar terbuka untuk data pipeline modern dan memudahkan adopsi AI di berbagai institusi keuangan.
Lihat Juga :