Gelar Seminar Trading, Bang RAN Kenalkan Metode 'Garis Sakti'
Rabu, 26 November 2025 - 22:00 WIB
loading...
Komunitas trading RAN TRADE kembali menggelar seminar edukasi keduanya di Jakarta pada 15 November lalu. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komunitas trading RAN TRADE kembali menggelar seminar edukasi keduanya di Jakarta pada 15 November lalu. Acara yang dihadiri oleh anggota komunitas dari berbagai daerah ini berlangsung tertib dan menjadi momentum penting bagi para trader untuk memperdalam pemahaman teknikal pasar keuangan.
Seminar ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan acara serupa yang sebelumnya digelar di Bandung. Dalam kesempatan tersebut, pendiri RAN TRADE, Ranto Siagian atau yang akrab disapa Bang RAN, membedah metode analisis teknikal yang ia namakan "Garis Sakti".
Metode ini menjadi materi utama karena pendekatannya yang dianggap mampu menyederhanakan kerumitan membaca pergerakan harga (market). Dalam sesi pemaparan, Bang RAN mendemonstrasikan penerapan teori langsung ke dalam grafik real-time, memberikan gambaran konkret bagi para peserta mengenai momentum masuk dan keluar pasar yang lebih terukur.
"Penyampaiannya runtut dan langsung ke inti. Materi ini memberikan perspektif baru bagi kami untuk menganalisis market dengan lebih tenang, tidak sekadar tebak-tebakan," ujar salah satu peserta yang hadir di lokasi.
Baca Juga: KISI Sekuritas Luncurkan Fitur dan Tampilan Baru Aplikasi iKISI, Hadirkan Kompetisi Trading Berhadiah Rp10 Miliar
Di balik reputasinya sebagai mentor yang telah mengimpun puluhan ribu anggota di komunitasnya, Bang RAN memiliki latar belakang yang jauh dari kemewahan. Lahir di Samarinda pada 25 Agustus 1998, pria yang kini dikenal sebagai pengusaha ini menghabiskan masa kecil hingga remajanya di panti asuhan.
Keterbatasan ekonomi di masa lalu justru menempa mentalitas kompetitifnya. Sebelum terjun ke dunia bisnis dan keuangan, Bang RAN tercatat memiliki deretan prestasi di berbagai bidang, mulai dari juara kompetisi Karate, juara turnamen game, hingga juara festival band akustik. Semangat juang inilah yang kemudian ia bawa saat menekuni dunia trading yang berisiko tinggi.
Rangkaian kegiatan di Jakarta tidak hanya berhenti pada edukasi finansial. Sehari setelah seminar, Bang RAN mengajak sejumlah anggota komunitas untuk mengunjungi sebuah panti asuhan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai bentuk refleksi sejarah hidup sang pendiri.
Baca Juga: Tips MotionTrade: Cara Pindah Saham ke MNC Sekuritas
Bagi Bang RAN, kesuksesan finansial harus berbanding lurus dengan kepedulian sosial. Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menanamkan nilai empati kepada para anggota komunitasnya. "Visi saya sederhana, tetap rendah hati, biar Tuhan yang meninggikan," ungkap Bang RAN menutup rangkaian acara tersebut.
Ke depannya, RAN TRADE berencana untuk terus memperluas jangkauan edukasi ke kota-kota lain di Indonesia, dengan misi menciptakan lebih banyak trader mandiri yang memiliki mentalitas tangguh dan kepedulian sosial yang tinggi.
Seminar ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan acara serupa yang sebelumnya digelar di Bandung. Dalam kesempatan tersebut, pendiri RAN TRADE, Ranto Siagian atau yang akrab disapa Bang RAN, membedah metode analisis teknikal yang ia namakan "Garis Sakti".
Metode ini menjadi materi utama karena pendekatannya yang dianggap mampu menyederhanakan kerumitan membaca pergerakan harga (market). Dalam sesi pemaparan, Bang RAN mendemonstrasikan penerapan teori langsung ke dalam grafik real-time, memberikan gambaran konkret bagi para peserta mengenai momentum masuk dan keluar pasar yang lebih terukur.
"Penyampaiannya runtut dan langsung ke inti. Materi ini memberikan perspektif baru bagi kami untuk menganalisis market dengan lebih tenang, tidak sekadar tebak-tebakan," ujar salah satu peserta yang hadir di lokasi.
Baca Juga: KISI Sekuritas Luncurkan Fitur dan Tampilan Baru Aplikasi iKISI, Hadirkan Kompetisi Trading Berhadiah Rp10 Miliar
Di balik reputasinya sebagai mentor yang telah mengimpun puluhan ribu anggota di komunitasnya, Bang RAN memiliki latar belakang yang jauh dari kemewahan. Lahir di Samarinda pada 25 Agustus 1998, pria yang kini dikenal sebagai pengusaha ini menghabiskan masa kecil hingga remajanya di panti asuhan.
Keterbatasan ekonomi di masa lalu justru menempa mentalitas kompetitifnya. Sebelum terjun ke dunia bisnis dan keuangan, Bang RAN tercatat memiliki deretan prestasi di berbagai bidang, mulai dari juara kompetisi Karate, juara turnamen game, hingga juara festival band akustik. Semangat juang inilah yang kemudian ia bawa saat menekuni dunia trading yang berisiko tinggi.
Rangkaian kegiatan di Jakarta tidak hanya berhenti pada edukasi finansial. Sehari setelah seminar, Bang RAN mengajak sejumlah anggota komunitas untuk mengunjungi sebuah panti asuhan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai bentuk refleksi sejarah hidup sang pendiri.
Baca Juga: Tips MotionTrade: Cara Pindah Saham ke MNC Sekuritas
Bagi Bang RAN, kesuksesan finansial harus berbanding lurus dengan kepedulian sosial. Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menanamkan nilai empati kepada para anggota komunitasnya. "Visi saya sederhana, tetap rendah hati, biar Tuhan yang meninggikan," ungkap Bang RAN menutup rangkaian acara tersebut.
Ke depannya, RAN TRADE berencana untuk terus memperluas jangkauan edukasi ke kota-kota lain di Indonesia, dengan misi menciptakan lebih banyak trader mandiri yang memiliki mentalitas tangguh dan kepedulian sosial yang tinggi.
(nng)
Lihat Juga :