IHSG Tembus 8.602, Purbaya: Kalau Tak Ada Optimisme Ekonomi Ngak Bakal To The Moon
Kamis, 27 November 2025 - 08:42 WIB
loading...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi perekonomian yang stabil memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi perekonomian yang stabil memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ). Pada perdagangan Rabu (26/11), IHSG ditutup menguat 80,25 poin atau 0,94% ke level 8.602,1 untuk kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) bagi pasar modal Indonesia .
“Wah mantap lah, to the moon, to the moon," kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.
Purbaya menjelaskan, bahwa lonjakan IHSG tidak lepas dari meningkatnya optimisme investor terhadap perekonomian nasional. Menkeu juga menyebut kebijakan pemerintah yang semakin jelas dalam mendorong percepatan pembangunan membuat pelaku pasar semakin percaya diri.
Baca Juga: Purbaya Yakin IHSG Bakal Melesat 'To the Moon' dalam Waktu Dekat
“Program pembangunan ke depan lebih jelas, yang di atas sekitar sekarang mulai jalan, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat betulan akan terjadi," ujar Purbaya.
Ditegaskan juga olehnya bahwa kinerja IHSG pada akhirnya bergantung pada kekuatan ekonomi dan fundamental emiten, sehingga pasar modal bersifat forward-looking dalam menilai prospek pertumbuhan.
"Jadi fondasi IHSG adalah saham-saham perusahaan yang bergantung kepada ekonomi. Pada dasarnya nanti akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi kalau bagus seperti sekarang, mungkin ekonomi belum secepat itu. Tapi kan investor pasar modal kan forward-looking, orientasi ke depan, mereka bisa hitung, wah Purbaya jago nih, gak boleh ngomong gitu ya?" jelas Purbaya.
Baca Juga: Sejak Purbaya Menjabat, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Enam Kali
Walaupun ada “saham gorengan” yang turut menyumbang kenaikan IHSG, Purbaya menegaskan bahwa mayoritas penguat pasar didorong saham-saham berfundamental baik yang mendapat kepercayaan investor. "Ada beberapa yang gorengan, tapi yang lain juga kan naik juga. Jadi kalau gak ada optimisme di perekonomian itu enggak akan naik ke 8.600," katanya.
“Wah mantap lah, to the moon, to the moon," kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.
Purbaya menjelaskan, bahwa lonjakan IHSG tidak lepas dari meningkatnya optimisme investor terhadap perekonomian nasional. Menkeu juga menyebut kebijakan pemerintah yang semakin jelas dalam mendorong percepatan pembangunan membuat pelaku pasar semakin percaya diri.
Baca Juga: Purbaya Yakin IHSG Bakal Melesat 'To the Moon' dalam Waktu Dekat
“Program pembangunan ke depan lebih jelas, yang di atas sekitar sekarang mulai jalan, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat betulan akan terjadi," ujar Purbaya.
Ditegaskan juga olehnya bahwa kinerja IHSG pada akhirnya bergantung pada kekuatan ekonomi dan fundamental emiten, sehingga pasar modal bersifat forward-looking dalam menilai prospek pertumbuhan.
"Jadi fondasi IHSG adalah saham-saham perusahaan yang bergantung kepada ekonomi. Pada dasarnya nanti akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi kalau bagus seperti sekarang, mungkin ekonomi belum secepat itu. Tapi kan investor pasar modal kan forward-looking, orientasi ke depan, mereka bisa hitung, wah Purbaya jago nih, gak boleh ngomong gitu ya?" jelas Purbaya.
Baca Juga: Sejak Purbaya Menjabat, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Enam Kali
Walaupun ada “saham gorengan” yang turut menyumbang kenaikan IHSG, Purbaya menegaskan bahwa mayoritas penguat pasar didorong saham-saham berfundamental baik yang mendapat kepercayaan investor. "Ada beberapa yang gorengan, tapi yang lain juga kan naik juga. Jadi kalau gak ada optimisme di perekonomian itu enggak akan naik ke 8.600," katanya.
(akr)
Lihat Juga :