Dikritik Purbaya, Danantara Beberkan Alasan Tempatkan Dana di SBN

Jum'at, 28 November 2025 - 15:59 WIB
loading...
Dikritik Purbaya, Danantara...
Danantara menjelaskan alasan penempatan sebagian dana ke SBN. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menilai penempatan sebagian dana pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) merupakan praktik standar dan tidak bisa diartikan sebagai ketidakmampuan mengelola investasi. Pernyataan ini sekaligus merespons sindiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyinggung porsi penempatan dana Danantara ke SBN.

Ali menjelaskan, sebagai pengelola dana perusahaan negara, Danantara tidak mungkin langsung menempatkan seluruh dana kelolaan pada proyek yang memiliki tingkat risiko tinggi. Berbeda dengan proyek fisik yang dananya bersifat mengikat, instrumen likuid memberikan fleksibilitas tinggi.

"Tidak mungkin uang dipercayakan ke Danantara langsung kita taro ke proyek yang berisiko, pasti ada porsi yang dicadangkan ke instrumen yang likuid," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Danantara Bakal Ajak Purbaya ke China Buat Nego Utang Whoosh

Menurutnya, seluruh dana kelolaan sovereign wealth fund (SWF) di dunia, bahkan yang paling agresif sekalipun, tetap menyisihkan 20-30 persen portofolionya dalam instrumen likuid. Instrumen likuid tersebut bisa berupa penempatan di bank atau instrumen pemerintah seperti SBN yang dapat ditarik kembali kapan saja ketika dibutuhkan.

"Kenapa instrumen pemerintah? Karena ketika dibutuhkan, dana itu bisa kita tarik lagi. Itu sudah pasti dilakukan oleh SWF manapun," jelasnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Rekomendasi
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved