Purbaya soal Banyak WNI Kerja di LN: Gagal Ciptakan Lapangan Kerja

Sabtu, 29 November 2025 - 19:35 WIB
loading...
Purbaya soal Banyak...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu mencapai maksimal 5 persen per tahun telah menghambat penciptaan lapangan kerja dalam negeri.

Menurut dia, stagnasi pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mencari nafkah di luar negeri. Purbaya menegaskan bahwa persepsi tersebut harus dikoreksi karena berdampak langsung pada kemampuan negara menyerap tenaga kerja. Ia menilai pandangan yang membatasi ruang tumbuh ekonomi justru membelenggu kebijakan dan menghambat perbaikan kesejahteraan masyarakat.

"Banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu kemarin-kemarin," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: Buka Suara Pakai Dana Darurat Atasi Banjir dan Longsor Sumatera, Purbaya: Kalau Disuruh Bayar, Saya Bayar

Bendahara negara itu juga mengkritik pandangan sejumlah ekonom yang menurutnya keliru dalam menetapkan batas pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Jadi, ada salah persepsi di antara ekonom-ekonom kita bahwa tumbuh 5 persen adalah maksimal buat kita. Di atas 5 (persen), diperlambat lagi ke 5 (persen),” kata Purbaya. Ia menegaskan potensi ekonomi nasional dapat melampaui batas tersebut dan bahkan bisa menembus 6,7 persen year on year atau lebih.



Pertumbuhan tinggi, lanjut Purbaya, sangat diperlukan untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan dorongan migrasi tenaga kerja ke luar negeri. Karena itu, pemerintah optimistis program Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta penguatan manajemen fiskal dan moneter akan menjadi pendorong penting akselerasi ekonomi.

"Kita harapkan nanti dengan program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto), dengan perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Dikritik Purbaya, Danantara Beberkan Alasan Tempatkan Dana di SBN

Isu banyaknya WNI yang memilih bekerja di luar negeri sebelumnya disampaikan anggota Komisi XI DPR, Kardaya Warnika. Ia memaparkan bahwa alasan utama warga merantau adalah perbedaan signifikan tingkat upah mulai dari Rp20 juta di Taiwan, Rp30 juta di Korea Selatan, hingga mencapai Rp49 juta di Jepang. Kardaya meminta pemerintah memperluas pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pekerja agar siap bersaing.

Menanggapi itu, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan program magang guna memperkuat kompetensi tenaga kerja. Namun, ia menekankan bahwa solusi jangka panjang bukan sekadar mengirim warga bekerja ke luar negeri, melainkan menciptakan kesejahteraan yang memadai di dalam negeri.

"Jangka panjangnya, misal Amerika lebih bagus dari kita, apa orang kita ke sana semua? Harusnya kita membuat Indonesia kayak Amerika sejahteranya. Itu yang kita kejar dalam beberapa tahun ke depan, 10 tahun mungkin. Jadi, target kita bukan mindahin orang ke sana supaya hidup enak, tapi membuat di sini bagus suasananya sehingga bisa hidup lebih enak tanpa harus ke luar negeri," jelas Purbaya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Rekomendasi
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved