Transformasi Investasi, IFG Pastikan Keamanan Pemegang Polis
Senin, 01 Desember 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Heru menjelaskan IFG telah mentransformasi seluruh sistem pengelolaan dan pemantauan aset investasi dengan prinsip efisiensi, tata kelola kuat, dan akuntabilitas. Standarisasi pencatatan juga dilakukan agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sehingga proses pemantauan berjalan transparan.
Transformasi ini semakin krusial karena sekitar 70% aset IFG merupakan aset investasi yang harus dikelola secara prudent. Heru menegaskan bahwa strategi investasi tidak hanya mengejar imbal hasil tinggi, tetapi menjunjung prinsip Liability Driven Investment (LDI) demi menjaga kemampuan perusahaan memenuhi klaim pemegang polis.
Strategi investasi tersebut dijalankan melalui empat pilar utama: manajemen risiko yang ketat, proses bisnis terintegrasi menggunakan Straight Through Processing (STP), standar akuntansi internasional berbasis pemantauan berlapis, dan profesionalisasi pengelolaan aset melalui Bahana TCW Investment Management yang akan mengelola sekitar 95% aset investasi anggota holding.
Transformasi investasi juga diperluas ke ranah digital melalui penerapan sistem monitoring investasi terpadu. Sistem ini menghubungkan seluruh rantai proses bisnis, mulai dari pencatatan polis, manajemen risiko, hingga pembukuan dan pelaporan. Berbagai proses manual yang sebelumnya rawan kesalahan kini telah dihilangkan.
Transformasi ini semakin krusial karena sekitar 70% aset IFG merupakan aset investasi yang harus dikelola secara prudent. Heru menegaskan bahwa strategi investasi tidak hanya mengejar imbal hasil tinggi, tetapi menjunjung prinsip Liability Driven Investment (LDI) demi menjaga kemampuan perusahaan memenuhi klaim pemegang polis.
Strategi investasi tersebut dijalankan melalui empat pilar utama: manajemen risiko yang ketat, proses bisnis terintegrasi menggunakan Straight Through Processing (STP), standar akuntansi internasional berbasis pemantauan berlapis, dan profesionalisasi pengelolaan aset melalui Bahana TCW Investment Management yang akan mengelola sekitar 95% aset investasi anggota holding.
Transformasi investasi juga diperluas ke ranah digital melalui penerapan sistem monitoring investasi terpadu. Sistem ini menghubungkan seluruh rantai proses bisnis, mulai dari pencatatan polis, manajemen risiko, hingga pembukuan dan pelaporan. Berbagai proses manual yang sebelumnya rawan kesalahan kini telah dihilangkan.
Lihat Juga :