5 Rekomendasi Kadin ke Pemerintah Hasil Rapimnas 2025: Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5%
Selasa, 02 Desember 2025 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
Anindya menyampaikan lima rekomendasi utama Kadin untuk pemerintah. Pertama adalah mendorong kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5%, dan yang kedua memberikan perhatian besar pada penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.
Ia menyoroti rencana Pemerintah meningkatkan jumlah peserta program magang dari 20 ribu menjadi 80 ribu orang sebagai langkah penting memperkuat kapasitas tenaga kerja nasional. Hal itu disebutnya sejalan dengan fokus utama Kadin, yakni memberikan perhatian sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
"Ini merupakan perhatian khusus, karena kita mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Cukup banyak setiap tahunnya, apalagi banyak sekali demografi kita, yang termaksud di dalamnya adalah gen Z, generasi muda yang membutuhkan tentunya lapangan pekerjaan," kata Anindya.
Rekomendasi ketiga berkaitan dengan upaya memperluas investasi dari hulu hingga hilir di berbagai sektor seperti pertanian, industri, dan infrastruktur. Deregulasi dan insentif, menurut Anindya, menjadi kunci agar dunia usaha dapat berkembang lebih cepat sehingga banyak muncul pengusaha-pengusaha baru, dan pendapatan kepada pemerintah melalui pajak juga akan meningkat.
Ia memaparkan bahwa kontribusi investasi terhadap PDB saat ini berada di kisaran 28%, namun idealnya perlu meningkat secara bertahap hingga mencapai 40%. Likuiditas sebesar Rp200 triliun yang tersedia disebutnya dapat mendorong tumbuhnya proyek-proyek baru, asal didukung regulasi yang tepat.
"Itu bisa sampai kepada program-program atau proyek-proyek baru oleh pengusaha-pengusaha yang mudah-mudahan bernaung di dalam Kadin, dan juga pemerintah sadar bahwa untuk meningkatkan atau memperbaiki angka ICOR yang menandakan produktivitas daripada setiap uang yang diberikan, itu juga berkembang atau membaik berbarengan dengan deregulasi dan juga insentif yang diberikan," jelasnya.
Ia menyoroti rencana Pemerintah meningkatkan jumlah peserta program magang dari 20 ribu menjadi 80 ribu orang sebagai langkah penting memperkuat kapasitas tenaga kerja nasional. Hal itu disebutnya sejalan dengan fokus utama Kadin, yakni memberikan perhatian sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
"Ini merupakan perhatian khusus, karena kita mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Cukup banyak setiap tahunnya, apalagi banyak sekali demografi kita, yang termaksud di dalamnya adalah gen Z, generasi muda yang membutuhkan tentunya lapangan pekerjaan," kata Anindya.
Rekomendasi ketiga berkaitan dengan upaya memperluas investasi dari hulu hingga hilir di berbagai sektor seperti pertanian, industri, dan infrastruktur. Deregulasi dan insentif, menurut Anindya, menjadi kunci agar dunia usaha dapat berkembang lebih cepat sehingga banyak muncul pengusaha-pengusaha baru, dan pendapatan kepada pemerintah melalui pajak juga akan meningkat.
Ia memaparkan bahwa kontribusi investasi terhadap PDB saat ini berada di kisaran 28%, namun idealnya perlu meningkat secara bertahap hingga mencapai 40%. Likuiditas sebesar Rp200 triliun yang tersedia disebutnya dapat mendorong tumbuhnya proyek-proyek baru, asal didukung regulasi yang tepat.
"Itu bisa sampai kepada program-program atau proyek-proyek baru oleh pengusaha-pengusaha yang mudah-mudahan bernaung di dalam Kadin, dan juga pemerintah sadar bahwa untuk meningkatkan atau memperbaiki angka ICOR yang menandakan produktivitas daripada setiap uang yang diberikan, itu juga berkembang atau membaik berbarengan dengan deregulasi dan juga insentif yang diberikan," jelasnya.
Lihat Juga :