BRIN Akan Lakukan Riset Berbasis Kebutuhan Pengusaha
Rabu, 03 Desember 2025 - 13:01 WIB
loading...
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke depan akan melakukan riset berbasis pada kebutuhan pengusaha. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) ke depan akan melakukan riset berbasis pada kebutuhan pengusaha . Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar riset dan inovasi yang dihasilkan BRIN bisa langsung dihilirisasi. Hal itu disampaikan Kepala BRIN Prof. Arif Satria saat menjadi narasumber pada Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang Industri (Kadin) Tahun 2025 di Jakarta, Senin (1/12).
“Jadi riset bukan hanya imajinasi peneliti, riset berbasis pada kebutuhan. Jadi shifting orientasi riset berbasis pada kebutuhan, agar semua investasi berdampak bagi industri,” kata Arif.
Ia pun bangga bisa bersanding dengan Kadin dengan misi-misi usahanya. Namun ke depan ia berharap misi-misi usaha yang ada di Indonesia bisa berbasis pada inovasi unggulan dan kekuatan teknologi yang dihasilkan para periset.
Baca Juga: Dilantik Jadi Kepala BRIN, Arif Satria Beberkan Arah Kebijakannya
Oleh karena itu menurutnya ke depan BRIN dan Kadin harus bisa bersinergi karena akan ada banyak riset dan pengembangan (R&D) berbasis inovasi, yang harus dipercepat realisasinya agar segera berdampak bagi industri.
Belum lama ini, BRIN dan CEO Danantara telah bertemu untuk menjalin kerjasama strategis, sebagai upaya mendorong hilirisasi dan percepatan alih teknologi. Selain itu, BRIN juga siap bermitra dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang akan melakukan kolaborasi riset untuk bibit kelapa, kopi, cengkeh, dan lada.
Sebab, ada tiga fokus riset yang dikembangkan oleh BRIN saat ini yakni pangan, air, dan energi. “Inovasi-inovasi yang ada di BRIN sudah saatnya bisa dipercepat realisasinya agar bisa memberi dampak yang besar bagi industri-industri Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Anggota DPR Apresiasi Hasil Uji Laboratorium Produk Tembakau BRIN
Bahkan Arif mengatakan, dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada 24 November lalu, ia menerima arahan langsung agar bisa mendorong industri strategis seperti tekstil, elektronik, bahkan sepatu.
“Saya kira dengan komunikasi akan bisa mempercepat proses di bidang penelitian yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. BRIN bisa memberikan masukan agenda-agenda riset yang kira-kira diperlukan untuk mendukung industri ini,” terang Arif.
“Jadi riset bukan hanya imajinasi peneliti, riset berbasis pada kebutuhan. Jadi shifting orientasi riset berbasis pada kebutuhan, agar semua investasi berdampak bagi industri,” kata Arif.
Ia pun bangga bisa bersanding dengan Kadin dengan misi-misi usahanya. Namun ke depan ia berharap misi-misi usaha yang ada di Indonesia bisa berbasis pada inovasi unggulan dan kekuatan teknologi yang dihasilkan para periset.
Baca Juga: Dilantik Jadi Kepala BRIN, Arif Satria Beberkan Arah Kebijakannya
Oleh karena itu menurutnya ke depan BRIN dan Kadin harus bisa bersinergi karena akan ada banyak riset dan pengembangan (R&D) berbasis inovasi, yang harus dipercepat realisasinya agar segera berdampak bagi industri.
Belum lama ini, BRIN dan CEO Danantara telah bertemu untuk menjalin kerjasama strategis, sebagai upaya mendorong hilirisasi dan percepatan alih teknologi. Selain itu, BRIN juga siap bermitra dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang akan melakukan kolaborasi riset untuk bibit kelapa, kopi, cengkeh, dan lada.
Sebab, ada tiga fokus riset yang dikembangkan oleh BRIN saat ini yakni pangan, air, dan energi. “Inovasi-inovasi yang ada di BRIN sudah saatnya bisa dipercepat realisasinya agar bisa memberi dampak yang besar bagi industri-industri Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Anggota DPR Apresiasi Hasil Uji Laboratorium Produk Tembakau BRIN
Bahkan Arif mengatakan, dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada 24 November lalu, ia menerima arahan langsung agar bisa mendorong industri strategis seperti tekstil, elektronik, bahkan sepatu.
“Saya kira dengan komunikasi akan bisa mempercepat proses di bidang penelitian yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. BRIN bisa memberikan masukan agenda-agenda riset yang kira-kira diperlukan untuk mendukung industri ini,” terang Arif.
(akr)
Lihat Juga :