SIG Perkuat Transisi Industri Hijau untuk Pertumbuhan Kinerja Berkelanjutan
Rabu, 03 Desember 2025 - 19:07 WIB
loading...
SIG menerima penghargaan dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis terbaik berbasis keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam seluruh operasional bisnis perusahaan. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendorong akselerasi transisi menuju industri hijau dan memastikan pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan.
Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif nyata, salah satunya dalam pengelolaan lahan pascatambang. Di Pabrik Tuban, Jawa Timur, SIG mengintegerasikan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan lahan tambang, termasuk menerapkan metode zero run off untuk menjaga keseimbangan air bawah tanah di area tambang. Selain itu, dalam pengelolaan lahan reklamasi quarry batu gamping, SIG berinovasi dengan melakukan penanaman pohon menggunakan sistem alur yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa praktik bisnis terbaik berbasis keberlanjutan menjadi kekuatan utama perusahaan. "Capaian ASRRAT 2025 membuktikan keseriusan SIG dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan, praktik tata kelola yang baik, dan komitmen keterbukaan informasi untuk memenuhi hak para pemangku kepentingan, terutama bagaimana SIG terus mendorong akselerasi transisi industri hijau untuk berkontribusi menuju Net Zero Emission 2050," ujar Reni dalam pernyataannya, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Reni menambahkan, SIG terus memperkuat komitmen keberlanjutan yang berfokus pada tiga prinsip utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu prosperity (kesejahteraan), people (masyarakat), dan planet (lingkungan). Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
Tujuannya adalah untuk mendukung upaya-upaya perlindungan terhadap lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan dampak positif terhadap kinerja Perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga menciptakan terobosan pengelolaan lahan pascatambang dengan membangun kawasan Ecopark Kambang Semi untuk pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan meliputi perkebunan pisang cavendish, perkebunan dan penyulingan kayu putih, area green house, peternakan, keramba apung ikan nila, hingga area perkemahan.
Sejalan dengan roadmap Ecopark Kambang Semi, sejak 2022 SIG menginisiasi program pemanfaatan tanaman jagung dan penanganan limbah tongkol jagung. Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi lokal melalui pertanian, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis lahan.
Selain itu, SIG juga mendorong penggunaan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen untuk mengakselerasi pencapaian target penurunan emisi CO2. Penurunan emisi CO2 merupakan salah satu target kunci dalam Peta Jalan Keberlanjutan SIG 2030. Untuk mencapai hal tersebut, SIG menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan untuk memastikan operasi yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk semen hijau yang rendah karbon.
Baca Juga: Bantu Korban Bencana di Sumatera, SIG Salurkan Bantuan hingga Dirikan Posko
Pemanfaatan sumber energi terbarukan berbasis limbah industri, biomassa, Refuse Derived Fuel (RDF), serta penggunaan listrik tenaga surya membantu mengurangi ketergantungan SIG terhadap sumber daya alam.
“Di tengah isu perubahan iklim dan situasi ekonomi yang bergerak dinamis, praktik bisnis terbaik berbasis keberlanjutan menjadi kekuatan bagi SIG bukan untuk sekadar bertahan tetapi justru untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan, serta mengoptimalkan bahkan menciptakan peluang untuk pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” tutup Reni.
Upaya-upaya strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan yang kuat, dibuktikan dengan pengakuan kembali pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, di mana SIG Group berhasil meraih empat penghargaan, termasuk Peringkat Gold untuk SIG dan anak usaha PT Semen Baturaja Tbk, serta Peringkat Silver dan Commendation Award untuk PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atas partisipasi perdananya.
Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif nyata, salah satunya dalam pengelolaan lahan pascatambang. Di Pabrik Tuban, Jawa Timur, SIG mengintegerasikan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan lahan tambang, termasuk menerapkan metode zero run off untuk menjaga keseimbangan air bawah tanah di area tambang. Selain itu, dalam pengelolaan lahan reklamasi quarry batu gamping, SIG berinovasi dengan melakukan penanaman pohon menggunakan sistem alur yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa praktik bisnis terbaik berbasis keberlanjutan menjadi kekuatan utama perusahaan. "Capaian ASRRAT 2025 membuktikan keseriusan SIG dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan, praktik tata kelola yang baik, dan komitmen keterbukaan informasi untuk memenuhi hak para pemangku kepentingan, terutama bagaimana SIG terus mendorong akselerasi transisi industri hijau untuk berkontribusi menuju Net Zero Emission 2050," ujar Reni dalam pernyataannya, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Reni menambahkan, SIG terus memperkuat komitmen keberlanjutan yang berfokus pada tiga prinsip utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu prosperity (kesejahteraan), people (masyarakat), dan planet (lingkungan). Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
Tujuannya adalah untuk mendukung upaya-upaya perlindungan terhadap lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan dampak positif terhadap kinerja Perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga menciptakan terobosan pengelolaan lahan pascatambang dengan membangun kawasan Ecopark Kambang Semi untuk pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan meliputi perkebunan pisang cavendish, perkebunan dan penyulingan kayu putih, area green house, peternakan, keramba apung ikan nila, hingga area perkemahan.
Sejalan dengan roadmap Ecopark Kambang Semi, sejak 2022 SIG menginisiasi program pemanfaatan tanaman jagung dan penanganan limbah tongkol jagung. Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi lokal melalui pertanian, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis lahan.
Selain itu, SIG juga mendorong penggunaan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen untuk mengakselerasi pencapaian target penurunan emisi CO2. Penurunan emisi CO2 merupakan salah satu target kunci dalam Peta Jalan Keberlanjutan SIG 2030. Untuk mencapai hal tersebut, SIG menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan untuk memastikan operasi yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk semen hijau yang rendah karbon.
Baca Juga: Bantu Korban Bencana di Sumatera, SIG Salurkan Bantuan hingga Dirikan Posko
Pemanfaatan sumber energi terbarukan berbasis limbah industri, biomassa, Refuse Derived Fuel (RDF), serta penggunaan listrik tenaga surya membantu mengurangi ketergantungan SIG terhadap sumber daya alam.
“Di tengah isu perubahan iklim dan situasi ekonomi yang bergerak dinamis, praktik bisnis terbaik berbasis keberlanjutan menjadi kekuatan bagi SIG bukan untuk sekadar bertahan tetapi justru untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan, serta mengoptimalkan bahkan menciptakan peluang untuk pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” tutup Reni.
Upaya-upaya strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan yang kuat, dibuktikan dengan pengakuan kembali pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, di mana SIG Group berhasil meraih empat penghargaan, termasuk Peringkat Gold untuk SIG dan anak usaha PT Semen Baturaja Tbk, serta Peringkat Silver dan Commendation Award untuk PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atas partisipasi perdananya.
(nng)
Lihat Juga :