Membangun Budaya Kerja Adaptif untuk Hadapi Trust Gap
Rabu, 03 Desember 2025 - 22:00 WIB
loading...
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak talenta muda ragu mengambil risiko bukan karena kurangnya kompetensi, tetapi karena mereka tumbuh dalam budaya sosial yang penuh sorotan, komentar, dan tekanan instan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - KTM Solutions bersama HR Directors Indonesia (HRDI) sukses menggelar HRDI Gathering #27 bertema "Reel Connections: Beyond the Scene". Menghadirkan pengalaman networking, sharing session, dan movie night yang dirancang untuk memberikan ruang kolaborasi yang lebih humanis bagi para HR leaders .
Acara ini dirancang sebagai ruang yang memanusiakan interaksi dengan menghadirkan 100 HR leaders dari berbagai industri untuk saling berbagi pandangan, berdiskusi tentang dinamika dunia kerja, dan mengeksplorasi inovasi HR dalam suasana non-formal.
Melalui konsep ini, KTM Solutions menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendekatan yang relevan, adaptif, dan manusiawi dalam transformasi SDM . Baca Juga: Menggesa Transformasi SDM Indonesia
"Fear of failure pada generasi muda bukanlah kelemahan, tetapi akibat dari budaya penilaian yang semakin keras. Ketika generasi saling salah membaca, muncul trust deficit yang menghambat keberanian untuk tumbuh," ujar CEO KTM Solutions, Najeela Shihab di Jakarta, Selasa (2/12).
“Karena itu, pemimpin perlu menjadi lingkungan yang aman secara psikologis bukan hanya pengambil keputusan. Organisasi harus memberi ruang bagi talenta untuk mencoba, belajar, dan bahkan gagal tanpa takut dihukum. Di situlah keberanian dan kualitas kepemimpinan masa depan dibentuk," kata Najeela Shihab lagi.
Sebagai Tech-enabled Consulting Partner yang berfokus pada transformasi SDM, KTM Solutions melihat isu lintas generasi bukan sekadar fenomena sosial, tetapi pola yang muncul dari data assessment dan diagnosis organisasi yang dilakukan.
Untuk membantu organisasi memahami dan mengatasi trust deficit, fear of failure, dan dinamika kolaborasi lintas generasi, KTM menghadirkan talkshow "The Trust Gap: Rethinking How Generations Courageously Work Together" sebagai bagian dari rangkaian solusi berbasis insight dan teknologi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak talenta muda ragu mengambil risiko bukan karena kurangnya kompetensi, tetapi karena mereka tumbuh dalam budaya sosial yang penuh sorotan, komentar, dan tekanan instan.
Sementara itu generasi senior sering menafsirkan kehati-hatian ini sebagai kurangnya komitmen atau daya juang. KTM Solutions menekankan bahwa kesenjangan persepsi ini dapat dijembatani ketika organisasi mampu menjadi lebih adaptif, digital-ready, dan responsif terhadap dinamika generasi.
Melalui solusi inovatif seperti Al Video Interview, organisasi dapat membangun proses seleksi yang lebih modern, objektif, dan sesuai dengan cara talenta saat ini berkomunikasi.
Sementara itu Employee Experience Survey membantu pemimpin memahami kondisi budaya kerja secara menyeluruh dan merancang lingkungan yang aman secara psikologis. Dengan pendekatan ini, KTM Solutions mendorong organisasi membangun sistem kerja dan budaya yang selaras dengan kebutuhan zaman.
Sesi talkshow dipandu oleh dua narasumber utama yaitu Najwa Shihab selaku jurnalis & Co-Founder dari Narasi dan Najelaa Shihab sebagai CEO dari KTM Solutions. Baca Juga: Launching Buku Terbaru, Andi Afdal Ungkap Seni Transformasi SDM
Dalam diskusi keduanya membedah fenomena "trust gap" dari sudut sosial, budaya, psikologis, hingga sistem organisasi. Hal ini selaras dengan fokus KTM Solutions dalam membantu organisasi membangun budaya kerja yang adaptif melalui layanan Assessment, Learning, Consulting, dan Impact.
KTM Solutions juga memanfaatkan gathering ini untuk memperkenalkan rangkaian solusi terintegrasi Assessment, Learning, Consulting, dan Impact melalui rangkaian visual dan sesi KTM Solutions Introduction yang terintegrasi dalam alur acara.
Peserta dapat melihat langsung pendekatan KTM yang berbasis data dan teknologi, mulai dari company profile hingga penjelasan produk yang ditampilkan selama dinner dan networking. Pendekatan ringkas dan terarah ini menegaskan posisi KTM sebagai Tech-Enabled Consulting Partner yang membantu organisasi membangun sistem kerja yang lebih adaptif dan berdampak.
Sebagai penutup, peserta diajak menonton film dalam sesi private cinema. Pengalaman ini dipilih untuk menciptakan suasana yang santai dan membangun koneksi yang lebih natural selaras dengan misi KTM Solutions untuk menggerakkan transformasi SDM melalui hubungan manusia yang autentik dan kolaboratif.
KTM Solutions merupakan perusahaan Tech-Enabled Consulting yang mendorong transformasi organisasi melalui solusi di area Talent Growth, System Growth, dan Impact. Dengan pendekatan yang berbasis data, inovatif, dan berorientasi dampak, KTM Solutions membantu organisasi membangun sistem kerja yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan bisnis modern.
Acara ini dirancang sebagai ruang yang memanusiakan interaksi dengan menghadirkan 100 HR leaders dari berbagai industri untuk saling berbagi pandangan, berdiskusi tentang dinamika dunia kerja, dan mengeksplorasi inovasi HR dalam suasana non-formal.
Melalui konsep ini, KTM Solutions menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendekatan yang relevan, adaptif, dan manusiawi dalam transformasi SDM . Baca Juga: Menggesa Transformasi SDM Indonesia
"Fear of failure pada generasi muda bukanlah kelemahan, tetapi akibat dari budaya penilaian yang semakin keras. Ketika generasi saling salah membaca, muncul trust deficit yang menghambat keberanian untuk tumbuh," ujar CEO KTM Solutions, Najeela Shihab di Jakarta, Selasa (2/12).
“Karena itu, pemimpin perlu menjadi lingkungan yang aman secara psikologis bukan hanya pengambil keputusan. Organisasi harus memberi ruang bagi talenta untuk mencoba, belajar, dan bahkan gagal tanpa takut dihukum. Di situlah keberanian dan kualitas kepemimpinan masa depan dibentuk," kata Najeela Shihab lagi.
Sebagai Tech-enabled Consulting Partner yang berfokus pada transformasi SDM, KTM Solutions melihat isu lintas generasi bukan sekadar fenomena sosial, tetapi pola yang muncul dari data assessment dan diagnosis organisasi yang dilakukan.
Untuk membantu organisasi memahami dan mengatasi trust deficit, fear of failure, dan dinamika kolaborasi lintas generasi, KTM menghadirkan talkshow "The Trust Gap: Rethinking How Generations Courageously Work Together" sebagai bagian dari rangkaian solusi berbasis insight dan teknologi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak talenta muda ragu mengambil risiko bukan karena kurangnya kompetensi, tetapi karena mereka tumbuh dalam budaya sosial yang penuh sorotan, komentar, dan tekanan instan.
Sementara itu generasi senior sering menafsirkan kehati-hatian ini sebagai kurangnya komitmen atau daya juang. KTM Solutions menekankan bahwa kesenjangan persepsi ini dapat dijembatani ketika organisasi mampu menjadi lebih adaptif, digital-ready, dan responsif terhadap dinamika generasi.
Melalui solusi inovatif seperti Al Video Interview, organisasi dapat membangun proses seleksi yang lebih modern, objektif, dan sesuai dengan cara talenta saat ini berkomunikasi.
Sementara itu Employee Experience Survey membantu pemimpin memahami kondisi budaya kerja secara menyeluruh dan merancang lingkungan yang aman secara psikologis. Dengan pendekatan ini, KTM Solutions mendorong organisasi membangun sistem kerja dan budaya yang selaras dengan kebutuhan zaman.
Sesi talkshow dipandu oleh dua narasumber utama yaitu Najwa Shihab selaku jurnalis & Co-Founder dari Narasi dan Najelaa Shihab sebagai CEO dari KTM Solutions. Baca Juga: Launching Buku Terbaru, Andi Afdal Ungkap Seni Transformasi SDM
Dalam diskusi keduanya membedah fenomena "trust gap" dari sudut sosial, budaya, psikologis, hingga sistem organisasi. Hal ini selaras dengan fokus KTM Solutions dalam membantu organisasi membangun budaya kerja yang adaptif melalui layanan Assessment, Learning, Consulting, dan Impact.
KTM Solutions juga memanfaatkan gathering ini untuk memperkenalkan rangkaian solusi terintegrasi Assessment, Learning, Consulting, dan Impact melalui rangkaian visual dan sesi KTM Solutions Introduction yang terintegrasi dalam alur acara.
Peserta dapat melihat langsung pendekatan KTM yang berbasis data dan teknologi, mulai dari company profile hingga penjelasan produk yang ditampilkan selama dinner dan networking. Pendekatan ringkas dan terarah ini menegaskan posisi KTM sebagai Tech-Enabled Consulting Partner yang membantu organisasi membangun sistem kerja yang lebih adaptif dan berdampak.
Sebagai penutup, peserta diajak menonton film dalam sesi private cinema. Pengalaman ini dipilih untuk menciptakan suasana yang santai dan membangun koneksi yang lebih natural selaras dengan misi KTM Solutions untuk menggerakkan transformasi SDM melalui hubungan manusia yang autentik dan kolaboratif.
KTM Solutions merupakan perusahaan Tech-Enabled Consulting yang mendorong transformasi organisasi melalui solusi di area Talent Growth, System Growth, dan Impact. Dengan pendekatan yang berbasis data, inovatif, dan berorientasi dampak, KTM Solutions membantu organisasi membangun sistem kerja yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan bisnis modern.
(akr)
Lihat Juga :