Bunga The Fed Diramal Turun, Rupiah Sepekan Berotot di Hadapan Dolar AS

Minggu, 07 Desember 2025 - 09:15 WIB
loading...
Bunga The Fed Diramal...
Nilai tukar Rupiah mengakhiri pekan perdagangan dengan kinerja positif. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah mengakhiri pekan perdagangan dengan kinerja positif, ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini didorong oleh sentimen eksternal yang meluas, yakni meningkatnya ekspektasi pelaku pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan Desember mendatang.

Di pasar spot, mengutip Bloomberg, Rupiah menguat 0,03 persen secara harian ke level Rp16.648 per dolar AS. Secara mingguan, Rupiah mencatatkan apresiasi sebesar 0,16 persen dari posisi Rp16.675 per dolar AS pada penutupan pekan sebelumnya Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Jisdor Bank Indonesia (BI), Rupiah ditutup melemah 0,05 persen secara harian menjadi Rp16.655 per dolar AS. Namun, secara mingguan, Rupiah Jisdor masih mencatat penguatan tipis 0,03 persen dari posisi Rp16.661 per dolar AS.



Meskipun mencatat kinerja positif, apresiasi Rupiah berada di tengah jika dibandingkan dengan mata uang lainnya di kawasan Asia. Penguatan Rupiah tercatat sebesar 0,09 persen sepanjang pekan.

Dua mata uang negara tetangga memimpin laju penguatan Asia seperti Baht Thailand perkasa dengan apresiasi 0,78 persen dan Ringgit Malaysia mendominasi dengan kenaikan 0,56 persen. Diikuti oleh Yen Jepang (menguat 0,52 persen) dan Dolar Taiwan (menguat 0,33 persen). Di sisi lain, beberapa mata uang melemah, antara lain Rupee India (turun 0,65 persen), Peso Filipina (turun 0,53 persen), dan Won Korea (turun 0,4 persen).

Baca Juga: Kurs Rupiah Terkapar di Kisaran Rp16.736/USD Dihantam Faktor Eksternal

Pergerakan mata uang Asia, termasuk Rupiah, sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) turun 0,45 persen sepanjang pekan ini ke 98,992. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen penguatan Rupiah datang dari ekspektasi bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan seiring melemahnya momentum ekonomi. "Investor telah beralih ke pandangan bahwa The Fed mungkin akan mulai melonggarkan kebijakan seiring melemahnya momentum ekonomi," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Di sisi domestik, penguatan Rupiah juga didukung oleh data Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia yang meningkat pada akhir November 2025 menjadi USD150,1 miliar, naik dari USD149,9 miliar pada akhir Oktober 2025. Kenaikan Cadev ini bersumber antara lain dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ibrahim memprediksi bahwa pada perdagangan selanjutnya, Rupiah akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.640 - Rp16.680 per dolar A
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved