2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta saat Nataru
Minggu, 07 Desember 2025 - 15:41 WIB
loading...
Kemenhub memproyeksikan kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta selama periode Nataru. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan ada sekitar 2,9 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ia menjelaskan, total kendaraan yang meninggalkan Jakarta itu merupakan akumulasi total kendaraan yang keluar menuju ke arah timur pulau jawa, sisi selatan ke arah Bandung dan lainnya, maupun sisi barat ke arah pelabuhan Merak dan seterusnya.
"Jadi total proyeksi kendaraan yang melintas keluar Jakarta adalah sekitar 2,9 juta kendaraan. Ke arah Cikampek atau menuju sisi timur ada 1,3 juta kendaraan, kalau ke arah barat sekitar 880 ribu kendaraan, ke arah selatan kurang lebih sebesar 670 ribu kendaraan," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, dikutip Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Antusias Sambut Libur Nataru, Penjualan Tiket KAI Melonjak 132%
Menhub menjelaskan, saat ini pihaknya telah mempunyai rencana untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan. Mengingat proyeksi lalin tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode normal.
"Nanti operator jalan tol akan melihat, misalnya di Cikampek proyeksinya ada 1,3 juta. Nanti kita akan melihat kalau pergerakannya nanti berkaitan dengan rekayasa lalin seperti contraflow maupun one way. Pada situasi tertentu mereka akan menerapkan contraflow, atau one way," tambahnya.
Berdasarkan hasil survey kemungkinan puncak arus mudik akan terjadi dalam 2 waktu. Pertama di tanggal 20 dan tanggal 24 Desember bagi masyarakat yang hendak merayakan Natal di kampung halaman.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Gula Pasir hingga Daging Ayam Kompak Naik
Sementara untuk arus balik, puncaknya diproyeksikan bakal terjadi pada tanggal 1, dan 4 Januari 2026. Hal ini melihat kalender waktu masuknya kembali aktivitas perkantoran di Jakarta. "Kalau kami melihatnya, ketika sudah mulai terjadi pergerakan, sejak tanggal 31 Desember, kita sudah mulai mengantisipasi," tambahnya.
Sementara untuk proyeksi titik kemacetan di jalan raya, Menhub mengatakan ada di ruas tol Bocimi dikarenakan ada salah satu destinasi wisata, puncak, yang secara periodik ramai dikunjungi ketika musim libur akhir tahun.
Selain itu akses menuju pelabuhan Merak juga diperkirakan bakal terjadi kepadatan, pelabuhan Ketapang, dan Jawa Tengah juga diproyeksikan terjadi kepadatan lalu lintas selama periode Nataru.
Ia menjelaskan, total kendaraan yang meninggalkan Jakarta itu merupakan akumulasi total kendaraan yang keluar menuju ke arah timur pulau jawa, sisi selatan ke arah Bandung dan lainnya, maupun sisi barat ke arah pelabuhan Merak dan seterusnya.
"Jadi total proyeksi kendaraan yang melintas keluar Jakarta adalah sekitar 2,9 juta kendaraan. Ke arah Cikampek atau menuju sisi timur ada 1,3 juta kendaraan, kalau ke arah barat sekitar 880 ribu kendaraan, ke arah selatan kurang lebih sebesar 670 ribu kendaraan," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, dikutip Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Antusias Sambut Libur Nataru, Penjualan Tiket KAI Melonjak 132%
Menhub menjelaskan, saat ini pihaknya telah mempunyai rencana untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan. Mengingat proyeksi lalin tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode normal.
"Nanti operator jalan tol akan melihat, misalnya di Cikampek proyeksinya ada 1,3 juta. Nanti kita akan melihat kalau pergerakannya nanti berkaitan dengan rekayasa lalin seperti contraflow maupun one way. Pada situasi tertentu mereka akan menerapkan contraflow, atau one way," tambahnya.
Berdasarkan hasil survey kemungkinan puncak arus mudik akan terjadi dalam 2 waktu. Pertama di tanggal 20 dan tanggal 24 Desember bagi masyarakat yang hendak merayakan Natal di kampung halaman.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Gula Pasir hingga Daging Ayam Kompak Naik
Sementara untuk arus balik, puncaknya diproyeksikan bakal terjadi pada tanggal 1, dan 4 Januari 2026. Hal ini melihat kalender waktu masuknya kembali aktivitas perkantoran di Jakarta. "Kalau kami melihatnya, ketika sudah mulai terjadi pergerakan, sejak tanggal 31 Desember, kita sudah mulai mengantisipasi," tambahnya.
Sementara untuk proyeksi titik kemacetan di jalan raya, Menhub mengatakan ada di ruas tol Bocimi dikarenakan ada salah satu destinasi wisata, puncak, yang secara periodik ramai dikunjungi ketika musim libur akhir tahun.
Selain itu akses menuju pelabuhan Merak juga diperkirakan bakal terjadi kepadatan, pelabuhan Ketapang, dan Jawa Tengah juga diproyeksikan terjadi kepadatan lalu lintas selama periode Nataru.
(nng)
Lihat Juga :