Keok Lawan Dolar AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.695
Senin, 08 Desember 2025 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Bank Indonesia mendapat mandat baru untuk memperkuat sektor riil lewat sejumlah kebijakan. Draf Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) memberi mandat kepada Bank Indonesia (BI) untuk meracik bauran kebijakan yang mampu menciptakan iklim ekonomi kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Bunga The Fed Diramal Turun, Rupiah Sepekan Berotot di Hadapan Dolar AS
Pasal 7 UU P2SK menegaskan bahwa BI bertugas menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, BI meracik bauran kebijakan yang diarahkan menciptakan iklim ekonomi kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
"Dengan kondisi tersebut, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih baik dibandingkan 2025 persen. Proyeksi ini ditopang konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif," tulis Ibrahim.
Program strategis pemerintah dan BI diperkirakan memberi efek berantai terutama ke sektor manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.690 - Rp16.730 per dolar AS.
Baca Juga: Bunga The Fed Diramal Turun, Rupiah Sepekan Berotot di Hadapan Dolar AS
Pasal 7 UU P2SK menegaskan bahwa BI bertugas menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, BI meracik bauran kebijakan yang diarahkan menciptakan iklim ekonomi kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
"Dengan kondisi tersebut, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih baik dibandingkan 2025 persen. Proyeksi ini ditopang konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif," tulis Ibrahim.
Program strategis pemerintah dan BI diperkirakan memberi efek berantai terutama ke sektor manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.690 - Rp16.730 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :