Dexa Medica Raih Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 dari Kemenkes
Selasa, 09 Desember 2025 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, transformasi sistem kesehatan yang kini berlangsung membawa Indonesia menuju model yang proaktif, preventif, dan berbasis teknologi. Di mana inovasi dari industri seperti Dexa Group memainkan peran strategis.
Membangun Ekosistem Riset di DLBS
Penelitian Obat Modern Alami Integratif (OMAI) Dexa Group didukung teknologi mutakhir seperti Tandem Chemistry Expression Bioassay System yang dilakukan oleh para saintis di Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS), serta menjalankan uji praklinis dan uji klinis di banyak kota di Indonesia.
Prof Raymond kembali menegaskan pentingnya disiplin ilmiah dalam seluruh proses. “Setiap temuan OMAI harus melewati standar ilmiah tertinggi karena keamanan dan efektivitas tidak boleh dinegosiasikan,” tegasnya. Baca juga: Warga Korban Banjir Sumatera Mulai Terserang Penyakit, DPR Minta Kemenkes Kirim Dokter dan Obat
Filosofi ini menjadi landasan mengapa OMAI Dexa Group diterima dalam pedoman klinis nasional. Hasil penelitian tersebut kini terlihat nyata pada produk-produk fitofarmaka seperti DLBS1033 (DISOLF) yang masuk Pedoman Stroke PERDOSNI 2025, terbukti membantu perbaikan fungsi neurologis pada pasien stroke iskemik dengan efek samping minimal.
Produk Inlacin juga mendapat rekomendasi kuat dalam tata laksana PCOS resistensi insulin serta membantu mengontrol glikemik pada prediabetes dan diabetes tipe 2. Inovasi OMAI lainnya, termasuk agen gastroprotektor triple-action dan hepatoprotektor baru, mengukuhkan posisi Dexa sebagai kekuatan ilmiah dalam pengembangan terapi modern berbahan alam.
Membangun Ekosistem Riset di DLBS
Penelitian Obat Modern Alami Integratif (OMAI) Dexa Group didukung teknologi mutakhir seperti Tandem Chemistry Expression Bioassay System yang dilakukan oleh para saintis di Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS), serta menjalankan uji praklinis dan uji klinis di banyak kota di Indonesia.
Prof Raymond kembali menegaskan pentingnya disiplin ilmiah dalam seluruh proses. “Setiap temuan OMAI harus melewati standar ilmiah tertinggi karena keamanan dan efektivitas tidak boleh dinegosiasikan,” tegasnya. Baca juga: Warga Korban Banjir Sumatera Mulai Terserang Penyakit, DPR Minta Kemenkes Kirim Dokter dan Obat
Filosofi ini menjadi landasan mengapa OMAI Dexa Group diterima dalam pedoman klinis nasional. Hasil penelitian tersebut kini terlihat nyata pada produk-produk fitofarmaka seperti DLBS1033 (DISOLF) yang masuk Pedoman Stroke PERDOSNI 2025, terbukti membantu perbaikan fungsi neurologis pada pasien stroke iskemik dengan efek samping minimal.
Produk Inlacin juga mendapat rekomendasi kuat dalam tata laksana PCOS resistensi insulin serta membantu mengontrol glikemik pada prediabetes dan diabetes tipe 2. Inovasi OMAI lainnya, termasuk agen gastroprotektor triple-action dan hepatoprotektor baru, mengukuhkan posisi Dexa sebagai kekuatan ilmiah dalam pengembangan terapi modern berbahan alam.
(poe)
Lihat Juga :