Gandeng OJK, Pintu Goes to Campus Beri Edukasi Crypto di Binus
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:37 WIB
loading...
Literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset crypto. Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko secara bijak. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia menyelenggarakan program edukasi Pintu Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara ( Binus ) bertemakan, “Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir” ke lebih dari 200 mahasiswa Binus.
Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK , Catur Karyanto Pilih dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi, “Kami menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital, termasuk salah satunya aset crypto,”
Catur menambahkan, “Literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset crypto. Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak. Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat,”
Senada dengan OJK, Dr. Hugo Prasetyo W S.Si., MM dosen Universitas Bina Nusantara saat sesi diskusi panel mengungkapkan komitmen Universitas dalam hal literasi mengenai aset crypto, “Binus memiliki kurikulum terintegrasi. Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science. Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus memiliki Binus Blockchain dan Crypto Club. Kami berharap mahasiswa di Binus bukan hanya menjadi konsumen tetapi bisa menjadi innovator,”
Baca Juga: Mendorong Edukasi Kripto dan Transformasi Digital untuk UMKM
Timothius Martin, CMO PINTU, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penuh acara Pintu Goes to Campus, “Kami mengapresiasi Universitas Bina Nusantara yang telah menerima PINTU di penghujung tahun 2025 ini untuk bisa berbagai pengetahuan seputar manfaat dan risiko yang ada di industri crypto yang kami harapkan menjadi bekal yang baik untuk teman-teman mahasiswa sebelum memulai berinvestasi aset crypto,".
"Kami juga berterima kasih kepada OJK yang mendukung penuh kegiatan ini dan kami siap terus bekerja sama dengan regulator untuk mendorong berbagai program literasi dan inklusi guna menciptakan ekosistem investasi crypto yang terus tumbuh dengan positif,” sambung Timothius.
Baca Juga: Edukasi Aset Kripto Kaum Muda Perlu Diperkuat
Industri crypto terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Mengutip laporan dari CoinLaw berjudul, Crypto User Demographics Statistics 2025: Who’s Investing, Trading, and Holding, pengguna crypto secara global dari tahun 2024 ke 2025 mengalami peningkatan sebesar 34% atau mencapai 580 juta pengguna. Masih dalam laporan yang sama disebutkan, mayoritas pengguna crypto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.
“Indonesia kebanjiran bonus demograsi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset crypto dalam negeri. Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi. Melalui berbagai inisiatif program edukasi yang kami jalankan, PINTU berkomitmen memastikan generasi muda memahami risiko, peluang, serta prinsip keamanan dalam berinvestasi aset crypto secara komprehensif,” tutup Timo.
Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK , Catur Karyanto Pilih dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi, “Kami menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital, termasuk salah satunya aset crypto,”
Catur menambahkan, “Literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset crypto. Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak. Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat,”
Senada dengan OJK, Dr. Hugo Prasetyo W S.Si., MM dosen Universitas Bina Nusantara saat sesi diskusi panel mengungkapkan komitmen Universitas dalam hal literasi mengenai aset crypto, “Binus memiliki kurikulum terintegrasi. Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science. Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus memiliki Binus Blockchain dan Crypto Club. Kami berharap mahasiswa di Binus bukan hanya menjadi konsumen tetapi bisa menjadi innovator,”
Baca Juga: Mendorong Edukasi Kripto dan Transformasi Digital untuk UMKM
Timothius Martin, CMO PINTU, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penuh acara Pintu Goes to Campus, “Kami mengapresiasi Universitas Bina Nusantara yang telah menerima PINTU di penghujung tahun 2025 ini untuk bisa berbagai pengetahuan seputar manfaat dan risiko yang ada di industri crypto yang kami harapkan menjadi bekal yang baik untuk teman-teman mahasiswa sebelum memulai berinvestasi aset crypto,".
"Kami juga berterima kasih kepada OJK yang mendukung penuh kegiatan ini dan kami siap terus bekerja sama dengan regulator untuk mendorong berbagai program literasi dan inklusi guna menciptakan ekosistem investasi crypto yang terus tumbuh dengan positif,” sambung Timothius.
Baca Juga: Edukasi Aset Kripto Kaum Muda Perlu Diperkuat
Industri crypto terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Mengutip laporan dari CoinLaw berjudul, Crypto User Demographics Statistics 2025: Who’s Investing, Trading, and Holding, pengguna crypto secara global dari tahun 2024 ke 2025 mengalami peningkatan sebesar 34% atau mencapai 580 juta pengguna. Masih dalam laporan yang sama disebutkan, mayoritas pengguna crypto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.
“Indonesia kebanjiran bonus demograsi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset crypto dalam negeri. Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi. Melalui berbagai inisiatif program edukasi yang kami jalankan, PINTU berkomitmen memastikan generasi muda memahami risiko, peluang, serta prinsip keamanan dalam berinvestasi aset crypto secara komprehensif,” tutup Timo.
(akr)
Lihat Juga :