Respons Cepat Bencana Alam, RalaliFood Siagakan Ribuan Stok Lanana Ready Meals
Jum'at, 12 Desember 2025 - 14:48 WIB
loading...
RalaliFood meningkatkan kapasitas operasional dan kesiapan stok produk Lanana Ready Meals. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi wilayah terdampak bencana. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TANGERANG - RalaliFood meningkatkan kapasitas operasional dan kesiapan stok produk unggulannya, Lanana Ready Meals. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung upaya tanggap darurat dan memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi wilayah terdampak bencana.
Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) memiliki risiko bencana alam yang tinggi. Dalam situasi darurat, akses terhadap makanan bersih, bergizi, dan tahan lama sering menjadi kendala utama. RalaliFood menjawab tantangan ini dengan memastikan gudang logistik diperkuat dengan ribuan paket Lanana yang siap didistribusikan kapan saja. Baca juga: BNPB: 125 Ton Bantuan Menuju Aceh, Sumut dan Sumbar lewat Udara dan Laut
Mereka memahami dalam situasi bencana, kecepatan distribusi dan kepraktisan konsumsi adalah kunci. Oleh karena itu, RalaliFood telah meningkatkan produksi dan menyiagakan stok Lanana Ready Meals. "Produk kami dirancang khusus agar tahan lama, aman didistribusikan, dan dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu proses memasak yang rumit, sehingga sangat ideal untuk kondisi darurat," kata CMO RalaliFood Andry Suhaili, Jumat (12/12/2025).
Beberapa keunggulan Lanana Ready Meals sebagai pangan darurat (emergency food), yakni pertama, lengkap dengan protein (real food). Lanana bukan sekadar nasi berbumbu. Produk ini menghadirkan menu lengkap dengan lauk asli seperti daging, ayam hingga ikan.
Kedua, penyajian praktis. Di tengah keterbatasan fasilitas memasak saat bencana, Lanana sangat mudah disajikan. Cukup tuangkan air panas dan diamkan selama 10 menit, makanan bergizi siap disantap. Selain itu, tersedia juga varian Lanana Nasi Goreng yang bisa langsung dimakan tanpa harus dipanaskan, sehingga sangat solutif untuk kondisi darurat.
Ketiga, tahan lama dan aman didistribusikan. Diproduksi dengan teknologi sterilisasi vacuum, tanpa pengawet atau tanpa bahan tambahan lainnya sehingga aman untuk pengiriman jarak jauh, Lanana memiliki masa simpan hingga 12 bulan di suhu ruang, menjadikannya stok logistik yang ideal untuk lembaga bantuan maupun persiapan mandiri. Baca juga: Ekspor Mamin Indonesia ke AS Lebih Kompetitif Berkat Penurunan Tarif
RalaliFood juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi instansi pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah (NGO), serta perusahaan swasta yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk pangan. "Bencana adalah panggilan kemanusiaan. Kami membuka pintu kolaborasi bagi pihak manapun yang ingin bergerak bersama kami untuk menyalurkan bantuan pangan ini ke titik-titik yang membutuhkan," tambah Andry Suhaili.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kemitraan distribusi bantuan dan pemesanan korporasi, pihak terkait dapat menghubungi RalaliFood melalui saluran resmi perusahaan. RalaliFood adalah bagian dari ekosistem B2B Ralali yang berfokus pada pengembangan dan distribusi produk pangan berkualitas. Melalui inovasi produk seperti Lanana, RalaliFood berkomitmen memberdayakan industri kuliner Indonesia sekaligus memberikan solusi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern dan situasi darurat.
Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) memiliki risiko bencana alam yang tinggi. Dalam situasi darurat, akses terhadap makanan bersih, bergizi, dan tahan lama sering menjadi kendala utama. RalaliFood menjawab tantangan ini dengan memastikan gudang logistik diperkuat dengan ribuan paket Lanana yang siap didistribusikan kapan saja. Baca juga: BNPB: 125 Ton Bantuan Menuju Aceh, Sumut dan Sumbar lewat Udara dan Laut
Mereka memahami dalam situasi bencana, kecepatan distribusi dan kepraktisan konsumsi adalah kunci. Oleh karena itu, RalaliFood telah meningkatkan produksi dan menyiagakan stok Lanana Ready Meals. "Produk kami dirancang khusus agar tahan lama, aman didistribusikan, dan dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu proses memasak yang rumit, sehingga sangat ideal untuk kondisi darurat," kata CMO RalaliFood Andry Suhaili, Jumat (12/12/2025).
Beberapa keunggulan Lanana Ready Meals sebagai pangan darurat (emergency food), yakni pertama, lengkap dengan protein (real food). Lanana bukan sekadar nasi berbumbu. Produk ini menghadirkan menu lengkap dengan lauk asli seperti daging, ayam hingga ikan.
Kedua, penyajian praktis. Di tengah keterbatasan fasilitas memasak saat bencana, Lanana sangat mudah disajikan. Cukup tuangkan air panas dan diamkan selama 10 menit, makanan bergizi siap disantap. Selain itu, tersedia juga varian Lanana Nasi Goreng yang bisa langsung dimakan tanpa harus dipanaskan, sehingga sangat solutif untuk kondisi darurat.
Ketiga, tahan lama dan aman didistribusikan. Diproduksi dengan teknologi sterilisasi vacuum, tanpa pengawet atau tanpa bahan tambahan lainnya sehingga aman untuk pengiriman jarak jauh, Lanana memiliki masa simpan hingga 12 bulan di suhu ruang, menjadikannya stok logistik yang ideal untuk lembaga bantuan maupun persiapan mandiri. Baca juga: Ekspor Mamin Indonesia ke AS Lebih Kompetitif Berkat Penurunan Tarif
RalaliFood juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi instansi pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah (NGO), serta perusahaan swasta yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk pangan. "Bencana adalah panggilan kemanusiaan. Kami membuka pintu kolaborasi bagi pihak manapun yang ingin bergerak bersama kami untuk menyalurkan bantuan pangan ini ke titik-titik yang membutuhkan," tambah Andry Suhaili.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kemitraan distribusi bantuan dan pemesanan korporasi, pihak terkait dapat menghubungi RalaliFood melalui saluran resmi perusahaan. RalaliFood adalah bagian dari ekosistem B2B Ralali yang berfokus pada pengembangan dan distribusi produk pangan berkualitas. Melalui inovasi produk seperti Lanana, RalaliFood berkomitmen memberdayakan industri kuliner Indonesia sekaligus memberikan solusi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern dan situasi darurat.
(poe)
Lihat Juga :