Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia, ILO Dorong Inklusi Keuangan
Jum'at, 12 Desember 2025 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal ini, OJK bersama ILO turut mengembangkan program digitalisasi. Salah satunya yakni ekosistem sapi perah melalui sistem ERP (enterprise resource planning) yang diintegrasikan dengan PKA untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan bagi peternak rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) Swiss menyampaikan pembelajaran dan dampak positif dari Proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (PROMISE II IMPACT). Program ini telah memperluas akses layanan keuangan terjangkau melalui penguatan ekosistem rantai nilai di tiga sektor utama di tiga provinsi yaitu sapi perah di Jawa Barat, rumput laut di Sumba, dan nilam di Aceh, serta modernisasi layanan lembaga keuangan daerah.
Sebanyak 6.000 UMKM memperoleh akses pembiayaan melalui BPR dan BPD dengan total nilai Rp167 miliar, melalui dukungan ILO yang mencakup penerapan Aplikasi Kredit Mobile, peningkatan sistem core banking, serta pengembangan Loan Origination System (LOS). Sebanyak 3.610 UMKM memanfaatkan layanan tabungan dan deposito untuk investasi dan perencanaan keuangan senilai Rp20 miliar, didukung inisiatif ILO dalam memperkuat sistem core banking di BPR. Baca juga: Pelaku Usaha Lokal Kian Mudah Ekspansi Berkat Ekosistem Digital
Wakil Kepala SECO Indonesia, Ariadirja Martoni, melihat kolaborasi multipihak sebagai kunci keberhasilan inisiatif ini. Ke depan, mereka berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. ”Kami juga akan melakukan kajian lebih lanjut bersama ILO untuk mengukur dampak serta merumuskan rencana untuk fase berikutnya,” ujarnya.
Kemenko Perekonomian mengapresiasi program PROMISE II IMPACT dalam memperluas pemahaman akses keuangan formal bagi komunitas lokal. Pemerintah menilai bahwa program PROMISE II IMPACT patut diadopsi untuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). “Program-program dukungan proyek akan masuk ke dalam portofolio program strategis TPAKD untuk memastikan keberlanjutannya,” ungkap Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Erdiriyo.
Sementara itu, Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) Swiss menyampaikan pembelajaran dan dampak positif dari Proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (PROMISE II IMPACT). Program ini telah memperluas akses layanan keuangan terjangkau melalui penguatan ekosistem rantai nilai di tiga sektor utama di tiga provinsi yaitu sapi perah di Jawa Barat, rumput laut di Sumba, dan nilam di Aceh, serta modernisasi layanan lembaga keuangan daerah.
Sebanyak 6.000 UMKM memperoleh akses pembiayaan melalui BPR dan BPD dengan total nilai Rp167 miliar, melalui dukungan ILO yang mencakup penerapan Aplikasi Kredit Mobile, peningkatan sistem core banking, serta pengembangan Loan Origination System (LOS). Sebanyak 3.610 UMKM memanfaatkan layanan tabungan dan deposito untuk investasi dan perencanaan keuangan senilai Rp20 miliar, didukung inisiatif ILO dalam memperkuat sistem core banking di BPR. Baca juga: Pelaku Usaha Lokal Kian Mudah Ekspansi Berkat Ekosistem Digital
Wakil Kepala SECO Indonesia, Ariadirja Martoni, melihat kolaborasi multipihak sebagai kunci keberhasilan inisiatif ini. Ke depan, mereka berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. ”Kami juga akan melakukan kajian lebih lanjut bersama ILO untuk mengukur dampak serta merumuskan rencana untuk fase berikutnya,” ujarnya.
Kemenko Perekonomian mengapresiasi program PROMISE II IMPACT dalam memperluas pemahaman akses keuangan formal bagi komunitas lokal. Pemerintah menilai bahwa program PROMISE II IMPACT patut diadopsi untuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). “Program-program dukungan proyek akan masuk ke dalam portofolio program strategis TPAKD untuk memastikan keberlanjutannya,” ungkap Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Erdiriyo.
(poe)
Lihat Juga :