8 Negara Produsen Nikel Terbesar di Dunia, Indonesia Masih Jadi Rajanya

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:58 WIB
loading...
A A A
Kanada memiliki 3 fasilitas pemurnian nikel, antara lain di Fort Saskatchewan, Alberta; Sudbury, Ontario; dan Long Harbour di Newfoundland and Labrador. Saat ini Kanada sedang mengembangkan fasilitas produksi nikel sulfat dan kobalt di Ontario. Selain itu, Kanada juga sedang mengembangkan fasilitas daur ulang baterai litium-ion.

Amerika Serikat merupakan pasar utama nikel Kanada, pada tahun 2022 sebanyak 40% ekspor nikel Kanada dikirim ke Negeri Paman Sam tersebut, sementara 12% lainnya dikirim ke China! Produksi nikel Kanada pada tahun lalu tercatat hingga 190.000 ton.

5. China

Pada tahun 2024, China tetap menjadi pemain kunci dalam pasar nikel global, terutama sebagai konsumen terbesar produk olahan nikel (seperti feronikel dan nickel pig iron dari Indonesia) untuk industri baja nirkarat dan baterai. Meskipun mereka memproduksi sendiri dan memiliki cadangan, namun fokus utamanya adalah pemrosesan dan konsumsi, bukan produksi bijih primer.

Permintaan China untuk nikel Indonesia meningkat tahun 2024 (misal impor feronikel naik jadi 8,9 juta ton), namun ada isu penurunan permintaan baja di China yang memicu penambang RI menahan produksi untuk menjaga harga. Sementara itu China juga mulai membangun pabrik baterai di Indonesia untuk mengamankan pasokan. Produksi di dalam Negeri bisa mencapai 120.000 ton.

6. Australia

Australia adalah produsen nikel yang stabil dan penting, terutama untuk pasar berteknologi tinggi. Negara ini berupaya memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai, memanfaatkan cadangan nikel kelas I dan sumber daya litium yang melimpah.

Banyak proyek nikel di Australia diarahkan untuk memproduksi nikel sulfat, bahan kimia utama untuk katoda baterai EV. Produksi nikelnya pada 2024 mencapai angka 110.000 ton.

7. Kaledonia Baru

Siapa sangka, negara kepulauan di Samudera Pasifik yaitu Kaledonia Baru merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia. Pada tahun 2023, Kaledonia Baru berhasil memproduksi 230 ribu metrik ton nikel, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 200 ribu metrik ton.

Penambangan nikel di Kaledonia Baru sudah dimulai sejak abad ke-19 saat wilayah ini masih dijajah oleh Perancis. Pada tahun 1971, Kaledonia Baru pernah menjadi produsen nikel terbesar nomor 2 di dunia, salah satunya disebabkan permintaan untuk memenuhi kebutuhan Perang Vietnam.

Meskipun kecil dalam hal volume dibandingkan Indonesia atau Filipina, nikel dari Kaledonia Baru memiliki nilai strategis yang tinggi. Pada 2024 lalu, produksi nikel Kaledonia Baru tembus 110.000 ton.

8. Brazil

Brasil merupakan salah satu negara yang memiliki potensi cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut data USGS, potensi cadangannya diperkirakan mencapai 16 juta ton atau nomor tiga setelah Indonesia dan Australia.

Namun, dari sisi produksi, posisi Brasil sangat jauh dibandingkan Indonesia. Produksi nikel Brasil hanya sebesar 89.000 ton pada 2023 dan setahun setelahnya menyentuh 77.000 ton.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved