Perkuat Belanja Infrastruktur, Kementerian PU Raih Penghargaan P2DN 2025
Senin, 15 Desember 2025 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Infrastruktur dan Pembiayaan
Sebagai kementerian teknis yang berperan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, Kementerian PU menempatkan pembangunan infrastruktur bukan semata pada besarnya investasi fisik, melainkan pada dampaknya dalam menciptakan efisiensi investasi di sektor produktif seperti industri dan pariwisata, mendukung pengentasan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Arah kebijakan tersebut dirangkum dalam konsep Tri Asa Pembangunan Infrastruktur atau PU 608, yang menjadi paradigma baru pembangunan infrastruktur nasional agar lebih efisien, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan ini, infrastruktur diarahkan untuk berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan TKDN juga menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Strategi ini dijalankan melalui hilirisasi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Dari sisi makroekonomi, penerapan TKDN di lingkungan Kementerian PU dinilai memiliki implikasi signifikan. Infrastruktur yang dibangun dengan orientasi nilai tambah domestik dan efisiensi sektor produktif berkontribusi terhadap penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), indikator penting efisiensi investasi nasional. Penurunan ICOR menjadi prasyarat struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan.
Sebagai kementerian teknis yang berperan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, Kementerian PU menempatkan pembangunan infrastruktur bukan semata pada besarnya investasi fisik, melainkan pada dampaknya dalam menciptakan efisiensi investasi di sektor produktif seperti industri dan pariwisata, mendukung pengentasan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Arah kebijakan tersebut dirangkum dalam konsep Tri Asa Pembangunan Infrastruktur atau PU 608, yang menjadi paradigma baru pembangunan infrastruktur nasional agar lebih efisien, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan ini, infrastruktur diarahkan untuk berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan TKDN juga menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Strategi ini dijalankan melalui hilirisasi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Dari sisi makroekonomi, penerapan TKDN di lingkungan Kementerian PU dinilai memiliki implikasi signifikan. Infrastruktur yang dibangun dengan orientasi nilai tambah domestik dan efisiensi sektor produktif berkontribusi terhadap penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), indikator penting efisiensi investasi nasional. Penurunan ICOR menjadi prasyarat struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan.
Lihat Juga :