Pemerintah Salurkan Dana Bantuan Rp4 Miliar ke 52 Kabupaten Terdampak Bencana Sumatera

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:00 WIB
loading...
Pemerintah Salurkan...
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan langkah awal pemerintah dalam mendukung daerah yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp4 miliar kepada 52 kabupaten di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terdampak bencana banjir bandang . Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan langkah awal pemerintah dalam mendukung daerah yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam .

"Kemarin, alokasi bantuan untuk Pemerintah Daerah telah disampaikan 52 kabupaten, Rp4 miliar dan juga provinsi, 3 provinsi telah disalurkan. Dan ini sudah disalurkan dari APBN," ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (16/12/2025).

Selain itu, Wamenkeu Suahasil juga mengungkap bahwa Kementerian Keuangan akan menyiapkan mekanisme penyaluran transfer ke daerah tanpa syarat salur bagi wilayah terdampak bencana. Menurutnya Kebijakan ini dilakukan untuk mempermudah pemerintah daerah dalam memperoleh dukungan keuangan, mengingat keterbatasan yang dihadapi saat masa tanggap darurat.

Baca Juga: Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatera Terus Berdatangan

"Karena kita pahami bahwa Pemerintah Daerah tentu sedang kesulitan, karena itu kita akan menyederhanakan dan praktis membuat alurnya itu bisa jadi lebih otomatis. Tentu ini setidaknya nanti untuk tahap tanggap darurat, dan nanti kita lihat lagi situasi berikutnya," ujarnya.



Lebih lanjut, Kementerian Keuangan juga akan melakukan asesmen terhadap sejumlah pemerintah daerah yang memiliki pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Wamenkeu Suahasil menjelaskan, penilaian ini dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan infrastruktur akibat bencana, seperti banjir hingga longsor.

"Kalau dia masih bisa digunakan ya tentu nanti kita akan lihat apakah diperlukan restrukturisasi. Kalau tidak bisa digunakan kita akan cari cara untuk melakukan simplifikasi, bahkan sampai dengan pemutihan, kalau memang sudah benar-benar hancur karena bencana alam kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelindo Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor Sumatera

Menurut Wamenkeu Suahasil, asesmen tersebut akan dilakukan dengan tata kelola yang baik, terutama terhadap infrastruktur yang dibiayai melalui pinjaman PEN kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga mulai menyiapkan anggaran pemulihan untuk tahun 2026. Anggaran tersebut akan dihimpun dari berbagai pos belanja, termasuk di Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian terkait lainnya.

"Meskipun masih dalam tahap tanggap darurat, tapi kita mulai mengidentifikasi infrastruktur apa saja yang perlu kita bangun. Selama ini APBN tahun 2025 kan juga memiliki Inpres, jalan ada Inpres irigasi, Inpres kawasan dan yang lainnya, tentu nanti kita orkestrasikan supaya bisa memberikan prioritas kepada pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak di daerah yang terdampak bencana," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Purbaya Copot 2 Dirjen...
Purbaya Copot 2 Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?
Peluncuran BSPS 2026...
Peluncuran BSPS 2026 Jabar Awali Kolaborasi Strategis PKP, Pemprov, dan BJB
Empat Tahun Berturut-turut,...
Empat Tahun Berturut-turut, Bibit.id Raih Penghargaan Kemenkeu
Centrepark Dukung Korban...
Centrepark Dukung Korban Banjir Sumatera lewat Lelang Singlet Emas SEA Games 2025
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Rekomendasi
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Berita Terkini
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Infografis
Muhammadiyah Pindahkan...
Muhammadiyah Pindahkan Dana dari BSI ke Dua Bank Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved