Jelang Pengumuman BI Rate, IHSG Pagi Ini Dibuka di Level 8.700
Rabu, 17 Desember 2025 - 09:56 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (17/12). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (17/12), seiring sikap pelaku pasar yang cenderung menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pada awal perdagangan, IHSG berada di level 8.708, naik dari penutupan hari sebelumnya di posisi 8.686.
Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG melanjutkan penguatan sebesar 0,32 persen atau 27,65 poin ke level 8.714. Volume transaksi tercatat mencapai 13,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,01 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 324.844 kali.
Pergerakan indeks didukung mayoritas saham yang menguat. Sebanyak 306 saham tercatat naik, 205 saham melemah, dan 182 saham bergerak stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif pada awal perdagangan.
Baca Juga: IHSG Sementara Naik 0,54% Pagi Ini, Mampukah ke Level 8.700 Lagi?
Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin sektor kesehatan yang naik 2,75 persen, diikuti sektor siklikal sebesar 1,94 persen dan sektor energi 0,97 persen. Sektor infrastruktur, bahan baku, industri, transportasi, properti, serta konsumsi non-siklikal juga bergerak di zona hijau. Sementara itu, sektor teknologi terkoreksi 0,78 persen dan sektor keuangan turun tipis 0,03 persen.
Pada jajaran saham penguat, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melonjak 27,66 persen ke level Rp180, disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 24,82 persen ke Rp855, serta PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) yang menguat 24,69 persen ke Rp404.
Adapun saham yang berada di jajaran pelemah antara lain PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang turun 9,52 persen ke Rp171, PT Citatah Tbk (CTTH) melemah 7,53 persen ke Rp172, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) turun 5,52 persen ke Rp171.
Baca Juga: IHSG Reli Pagi Ini, Naik 0,52% ke Level 8.705
Penguatan IHSG terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan disampaikan Rabu siang pukul 14.00 WIB. Pasar menaruh perhatian pada arah kebijakan moneter di tengah tekanan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi China hingga dinamika data ekonomi Amerika Serikat.
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menilai Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75 persen. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah potensi tekanan inflasi musiman akhir tahun dan risiko eksternal yang masih berlanjut.
Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG melanjutkan penguatan sebesar 0,32 persen atau 27,65 poin ke level 8.714. Volume transaksi tercatat mencapai 13,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,01 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 324.844 kali.
Pergerakan indeks didukung mayoritas saham yang menguat. Sebanyak 306 saham tercatat naik, 205 saham melemah, dan 182 saham bergerak stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif pada awal perdagangan.
Baca Juga: IHSG Sementara Naik 0,54% Pagi Ini, Mampukah ke Level 8.700 Lagi?
Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin sektor kesehatan yang naik 2,75 persen, diikuti sektor siklikal sebesar 1,94 persen dan sektor energi 0,97 persen. Sektor infrastruktur, bahan baku, industri, transportasi, properti, serta konsumsi non-siklikal juga bergerak di zona hijau. Sementara itu, sektor teknologi terkoreksi 0,78 persen dan sektor keuangan turun tipis 0,03 persen.
Pada jajaran saham penguat, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melonjak 27,66 persen ke level Rp180, disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 24,82 persen ke Rp855, serta PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) yang menguat 24,69 persen ke Rp404.
Adapun saham yang berada di jajaran pelemah antara lain PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang turun 9,52 persen ke Rp171, PT Citatah Tbk (CTTH) melemah 7,53 persen ke Rp172, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) turun 5,52 persen ke Rp171.
Baca Juga: IHSG Reli Pagi Ini, Naik 0,52% ke Level 8.705
Penguatan IHSG terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan disampaikan Rabu siang pukul 14.00 WIB. Pasar menaruh perhatian pada arah kebijakan moneter di tengah tekanan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi China hingga dinamika data ekonomi Amerika Serikat.
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, menilai Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75 persen. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah potensi tekanan inflasi musiman akhir tahun dan risiko eksternal yang masih berlanjut.
(nng)
Lihat Juga :