Ekonomi 2026 Masih Mendung, Berbagai Instrumen Investasi Diprediksi Terkoreksi
Rabu, 17 Desember 2025 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
“Di sisi lain, ada kekhawatiran munculnya AI bubble karena bisnis model kecerdasan buatan ini belum terbukti mendukung untuk menghasilkan arus kas berkelanjutan secara berkesinambungan. Penggunaan AI masih sangat primitif di masyarakat maupun institusi namun biaya pengembangannya sudah di luar akal sehat,” papar Reiner.
Dampaknya lanjut Reiner, banyak aset investasi yang akan masuk fase koreksi besar. Emas akan mengalami fase koreksi cukup signifikan diikuti oleh bentuk aset logam lainnya yang lebih volatile.
Indeks saham global pun akan turun yang tentu memicu penurunan lebih drastis pada aset spekulatif seperti Bitcoin yang tidak memiliki routine earning, tapi berbasis feeling. “Kondisi ini dapat memicu terjadinya efek spiral. Jika aksi jual institusional terjadi di pasar yang sedang bearish, maka efek spiral ke bawah tidak dapat dihindarkan,” katanya.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
Dalam situasi ini, Reiner menilai pendekatan spekulatif akan semakin berisiko dan harus menghindari posisi investasi pada berbagai aset, sembari menunggu sampai harga koreksi tercapai atau biasa disebut buy bottom, hindari buy the top. Meskipun tekanan ekonomi meningkat, peluang tetap ada pada sektor bisnis.
Dampaknya lanjut Reiner, banyak aset investasi yang akan masuk fase koreksi besar. Emas akan mengalami fase koreksi cukup signifikan diikuti oleh bentuk aset logam lainnya yang lebih volatile.
Indeks saham global pun akan turun yang tentu memicu penurunan lebih drastis pada aset spekulatif seperti Bitcoin yang tidak memiliki routine earning, tapi berbasis feeling. “Kondisi ini dapat memicu terjadinya efek spiral. Jika aksi jual institusional terjadi di pasar yang sedang bearish, maka efek spiral ke bawah tidak dapat dihindarkan,” katanya.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
Dalam situasi ini, Reiner menilai pendekatan spekulatif akan semakin berisiko dan harus menghindari posisi investasi pada berbagai aset, sembari menunggu sampai harga koreksi tercapai atau biasa disebut buy bottom, hindari buy the top. Meskipun tekanan ekonomi meningkat, peluang tetap ada pada sektor bisnis.
Lihat Juga :