Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.723 per Dolar AS, Berikut Sentimennya
Kamis, 18 Desember 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Bank Dunia mendasari laju pertumbuhan di kisaran 5% itu dari kinerja ekspor dan investasi yang kuat sepanjang tahun ini. Didukung oleh percepatan pengiriman ekspor dan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas, khususnya minyak kelapa sawit, besi, baja, dan emas. Pertumbuhan tersebut didorong oleh investasi dan ekspor yang mampu mengimbangi tren konsumsi swasta yang sedikit melemah.
Baca Juga: Keok Lawan Dolar AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.695
Bank Dunia juga menganggap kebijana moneter Bank Indonesia (BI) turut berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin (secara kumulatif sejak September 2024) menjadi 4,75%.
Secara keseluruhan, Bank Dunia memperkirakan, laju pertumbuhan 5 persen pada 2025-2026 itu ditopang oleh kinerja ekspor yang mampu tumbuh 7 persen pada 2025 dan 5,6 persen pada 2026. Investasi akan tumbuh 6,1% pada 2025 dan 6,2 persen pada 2026. Sementara itu konsumsi swasta hanya tumbuh 4,9%, dan konsumsi pemerintah 0,1% serta makin cepat tumbuhnya pada 2026 menjadi 5,8%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.720 - Rp16.750 per dolar AS.
Baca Juga: Keok Lawan Dolar AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.695
Bank Dunia juga menganggap kebijana moneter Bank Indonesia (BI) turut berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin (secara kumulatif sejak September 2024) menjadi 4,75%.
Secara keseluruhan, Bank Dunia memperkirakan, laju pertumbuhan 5 persen pada 2025-2026 itu ditopang oleh kinerja ekspor yang mampu tumbuh 7 persen pada 2025 dan 5,6 persen pada 2026. Investasi akan tumbuh 6,1% pada 2025 dan 6,2 persen pada 2026. Sementara itu konsumsi swasta hanya tumbuh 4,9%, dan konsumsi pemerintah 0,1% serta makin cepat tumbuhnya pada 2026 menjadi 5,8%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.720 - Rp16.750 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :