Pelatihan Gig Economy dan AI Challenge Diluncurkan, Kementerian Ekraf Harap Buka Lapangan Kerja untuk Gen Z
Jum'at, 19 Desember 2025 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam gig economy, yang utama adalah perlindungan hak kekayaan intelektual dan pengembangan teknologi chip karena kebutuhan industri Indonesia sangat besar. Dari chip akan berkembang ke perangkat keras, perangkat lunak, data, hingga aplikasi seperti pusat data, otomotif, aplikasi digital, dan internet of things. Untuk mendukung itu, kami bersama Kementerian Ekraf kami menyiapkan KUR sebesar Rp10 triliun dengan bunga 6 persen dan plafon hingga Rp 500 juta, dan Jakarta menjadi prototipe yang akan direplikasi ke 15 kota,” ujar Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan gig economy berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat kuat dan berpotensi besar mendorong ekonomi digital nasional.
“Di sektor AI, gig economy Indonesia tumbuh hingga 127 persen dengan investasi mencapai 91 juta pada semester pertama. Berdasarkan riset Google, Indonesia memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN dan berada di peringkat empat di Asia, dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai 70,6 miliar, dan program ini akan didukung melalui penyediaan co-working space di Jakarta,” tambah Menko Airlangga.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendukung diluncurkannya AI Open Innovation Challenge atau Hackathon bertema inovasi solusi kemacetan dan pengelolaan sampah menyambut 500 tahun Jakarta.
“Pemda DKI Jakarta memberikan dukungan penuh untuk acara ini, termasuk dalam perlombaan Hackathon. Kami akan siapkan hadiah yang menarik bagi pemenangnya. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah pusat, menyediakan ruang dan menjadi tuan rumah kegiatan untuk mendukung bukan hanya Gen Z tapi seluruh pegiat gig economy,” ujar Pramono Anung.
Lebih lanjut, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan gig economy berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat kuat dan berpotensi besar mendorong ekonomi digital nasional.
“Di sektor AI, gig economy Indonesia tumbuh hingga 127 persen dengan investasi mencapai 91 juta pada semester pertama. Berdasarkan riset Google, Indonesia memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN dan berada di peringkat empat di Asia, dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai 70,6 miliar, dan program ini akan didukung melalui penyediaan co-working space di Jakarta,” tambah Menko Airlangga.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendukung diluncurkannya AI Open Innovation Challenge atau Hackathon bertema inovasi solusi kemacetan dan pengelolaan sampah menyambut 500 tahun Jakarta.
“Pemda DKI Jakarta memberikan dukungan penuh untuk acara ini, termasuk dalam perlombaan Hackathon. Kami akan siapkan hadiah yang menarik bagi pemenangnya. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah pusat, menyediakan ruang dan menjadi tuan rumah kegiatan untuk mendukung bukan hanya Gen Z tapi seluruh pegiat gig economy,” ujar Pramono Anung.
Lihat Juga :