Pengusaha Dukung Work From Anywhere Akhir Tahun 2025, Tapi dengan Catatan
Jum'at, 19 Desember 2025 - 15:50 WIB
loading...
Kalangan pengusaha menyatakan dukungan terkait imbauan pemerintah mengenai penerapan skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) pada periode 29-31 Desember 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kalangan pengusaha menyatakan dukungan terkait imbauan pemerintah mengenai penerapan skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) pada periode 29-31 Desember 2025. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) , Shinta Kamdani menilai kebijakan ini sangat relevan untuk aparatur sipil negara (ASN) serta jenis pekerjaan yang secara teknis memungkinkan fleksibilitas lokasi.
“Kalau WFA itu kan tidak bisa untuk semua jenis pekerjaan. Tentunya kami mendukung pemerintah untuk ASN dan lain-lain,” ujar Shinta saat ditemui di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: ASN Work From Anywhere Mulai 24 Maret Jelang Lebaran 2025, MenpanRB Beri Restu
Meski mendukung, Apindo mengingatkan agar penerapan WFA tidak menjadi penghambat aktivitas ekonomi, mengingat akhir tahun sering kali menjadi periode puncak (peak season) bagi banyak sektor usaha.
“Tapi ya jangan mengganggu dari segi jalannya ekonomi, usaha. Karena walaupun ini sudah akhir tahun, justru kan banyak puncak-puncaknya yang kita masih terus beraktivitas,” tegasnya.
Shinta yang merupakan Wakil Ketua Umum Kadin ini menjabarkan bahwa setiap sektor memiliki karakteristik yang berbeda. Ia mencontohkan sektor manufaktur dan pelayanan publik tertentu yang mutlak memerlukan kehadiran fisik pekerja.
“Kalau WFA itu kan tidak bisa untuk semua jenis pekerjaan. Tentunya kami mendukung pemerintah untuk ASN dan lain-lain,” ujar Shinta saat ditemui di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: ASN Work From Anywhere Mulai 24 Maret Jelang Lebaran 2025, MenpanRB Beri Restu
Meski mendukung, Apindo mengingatkan agar penerapan WFA tidak menjadi penghambat aktivitas ekonomi, mengingat akhir tahun sering kali menjadi periode puncak (peak season) bagi banyak sektor usaha.
“Tapi ya jangan mengganggu dari segi jalannya ekonomi, usaha. Karena walaupun ini sudah akhir tahun, justru kan banyak puncak-puncaknya yang kita masih terus beraktivitas,” tegasnya.
Shinta yang merupakan Wakil Ketua Umum Kadin ini menjabarkan bahwa setiap sektor memiliki karakteristik yang berbeda. Ia mencontohkan sektor manufaktur dan pelayanan publik tertentu yang mutlak memerlukan kehadiran fisik pekerja.
Lihat Juga :