Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB
loading...
Rupiah Berantakan Sentuh...
Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) hingga menjebol ambang batas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) kini memantik keresahan yang serius di kalangan pelaku bisnis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga menjebol ambang batas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) kini memantik keresahan yang serius di kalangan pelaku bisnis. Merespons pelemahan rupiah ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani menekankan situasi tersebut layaknya external shock (guncangan eksternal).

Terangnya, pelemahan kurs rupiah semakin membebani struktur ongkos produksi, kelancaran arus kas korporasi, sampai dengan keberanian pengusaha dalam mengambil keputusan ekspansi. Dalam pandangan Shinta, anjloknya performa mata uang Garuda ini secara otomatis mengerek beban biaya impor, terlebih mengingat tulang punggung industri nasional sejatinya masih sangat bersandar pada pasokan bahan baku dari negara lain.

Untuk saat ini saja, kurang lebih 70% bahan baku untuk sektor manufaktur masih harus didatangkan dari luar negeri, di mana komponen bahan baku tersebut menyumbang porsi krusial hingga 55% di dalam postur biaya produksi perusahaan.

Baca Juga: Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS, BI Buka Suara

“Dengan demikian, setiap depresiasi rupiah akan langsung tercermin dalam peningkatan biaya input dalam rupiah,” ujar Shinta dalam keterangannya dikutip Rabu (13/5/2026).



Lebih jauh ia memaparkan, sektor-sektor usaha yang paling rentan terpukul oleh rentetan tekanan ini merupakan kelompok industri yang tingkat ketergantungan impornya teramat tinggi, sebut saja industri petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, sampai dengan sektor manufaktur yang digerakkan oleh sumber energi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved