Purbaya soal Baju Reject Ekspor Buat Bantuan Bencana: Belum Ada Permohonan Resmi

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:00 WIB
loading...
Purbaya soal Baju Reject...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Instagram/@menkeu
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan lebih lanjut terkait wacana pemanfaatan baju sisa ekspor atau reject untuk disalurkan sebagai bantuan bagi korban bencana di Sumatera. Hingga saat ini, Purbaya menegaskan bahwa pihak kementerian belum menerima pengajuan resmi terkait proses pemasukan kembali barang-barang tersebut ke pasar domestik.

"Baju reject ekspor ke luar negeri mau dibalikin lagi ke sini. Kita masih belum ada permintaan, belum ada, jadi saya belum tahu prosesnya di mana," ujar Purbaya usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, dikutip Minggu (21/12/2025).

Baca Juga: Viral Bantuan Bencana dari Diaspora Kena Pajak, Purbaya: Nggak Ada!

Purbaya menjelaskan, jika rencana tersebut terealisasi, maka seluruh proses administratifnya akan ditangani oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia pun berpandangan bahwa baju sisa ekspor yang diniatkan untuk bantuan kemanusiaan tidak dapat dikategorikan sebagai barang impor ilegal. "Jadi harusnya kalau itu ajukan permintaan ke kita, ke bea cukai, kalau itu kan bukan barang ilegal impor kan. Tapi kita lihat seperti apa," katanya.



Meskipun dokumen resmi belum ia terima. "Tapi saya belum menerima surat permintaan," imbuh dia. Terkait isu pengenaan pungutan atau pajak atas barang bantuan tersebut, Purbaya mengisyaratkan bahwa bantuan kemanusiaan semestinya tidak dibebani biaya tambahan. "Insentif tuh apa? Saya gak bayar lagi. Nggak lah, biarin aja lewat. Masa suruh bayar lagi," tegasnya.

Baca Juga: Purbaya Dipanggil Prabowo ke Istana, Ini yang Dibahas

Namun demikian, Kementerian Keuangan tidak akan memutuskan kebijakan ini secara sepihak. Purbaya menekankan pentingnya kajian mendalam mengenai dampak masuknya baju-baju tersebut terhadap keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam negeri.

"Tapi juga saya akan diskusikan ke Kementerian UMKM seperti apa dampaknya. Jadi bukan Kementerian Keuangan sendiri kan, karena ada dampak ke UMKM, nanti kami tanya UMKM pandangannya seperti apa," pungkas Purbaya.

Koordinasi lintas kementerian ini diperlukan agar niat baik pemberian bantuan kemanusiaan tetap berjalan tanpa memukul industri pakaian jadi skala kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
Satu Tahun Invasi Rusia...
Satu Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Belum Ada Tanda Akan Damai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved