Harga Emas Dunia Diprediksi Cetak Rekor Baru, Rupiah Fluktuatif Pekan Depan

Minggu, 21 Desember 2025 - 15:01 WIB
loading...
Harga Emas Dunia Diprediksi...
Harga emas dunia dan logam mulia akan mencatatkan tren positif yang signifikan pada pekan depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas dunia dan logam mulia akan mencatatkan tren positif yang signifikan pada pekan depan.

Menutup perdagangan Sabtu pagi di level USD4.338 per troy ons dengan harga logam mulia domestik di angka Rp2.491.000, emas dunia diyakini memiliki momentum kuat untuk melampaui rekor tertingginya pada Oktober lalu di level USD4.381.

“Nah ini yang kemungkinan besar akan mendongkrak harga emas dunia ya kemudian logam mulia di USD4.415 dalam minggu ini ya kemudian harga logam mulianya di Rp2.600.000,” kata Ibrahim dalam risetnya, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga: Turun Tipis Rp4.000 per Gram, Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Bahkan, jika fundamental ekonomi dan nilai tukar Rupiah terus mendukung, target harga Rp2.700.000 per gram diperkirakan dapat tercapai pada penghujung tahun ini.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi teknis. Jika harga emas dunia turun, level dukungan (support) pertama berada di USD4.291 dengan estimasi harga domestik Rp2.475.000, sementara support kedua berada di USD4.256 yang dapat menekan harga logam mulia hingga ke level Rp2.400.000.

Sebaliknya, penguatan jangka pendek akan menghadapi titik resistansi pertama di USD4.378 yang diprediksi akan membawa harga domestik ke Rp2.510.000 pada perdagangan hari Senin.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan fluktuatif dalam rentang Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS, sejalan dengan indeks dolar AS (DXY) yang ditutup di level 98,695 dengan rentang fluktuasi antara 98,142 hingga 99,240.



Fluktuasi harga emas dan mata uang ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun data tenaga kerja memberikan sinyal penurunan suku bunga pada Januari mendatang, para ekonom tetap bersikap hati-hati karena penutupan pemerintahan (government shutdown) selama 43 hari terakhir telah mendistorsi data ekonomi penting seperti inflasi dan pengangguran.

Meskipun ada perbedaan pendapat di internal The Fed, Ibrahim menilai mayoritas Gubernur Bank Sentral cenderung mendukung penurunan suku bunga. Faktor ini, ditambah dengan pernyataan sembilan Gubernur The Fed pada pekan depan, akan menjadi pusat perhatian pelaku pasar global.

Selain faktor moneter, eskalasi geopolitik menjadi pendorong utama atau booster bagi harga emas sebagai aset aman (safe haven). Ketegangan di Amerika Latin meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan untuk mengintervensi pemerintahan Maduro di Venezuela, yang ditandai dengan penangkapan kapal tanker minyak kedua.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Termurah Rp1,28 Juta

Situasi ini tidak hanya memanaskan suhu politik di kawasan tersebut, tetapi juga berpotensi mengganggu produksi minyak dunia sebesar 1,1 juta barel per hari. Di Eropa, meskipun ada rencana pertemuan damai antara Rusia dan Amerika Serikat, jurang perbedaan mengenai penguasaan wilayah dan status Ukraina di NATO tetap lebar, bahkan bantuan persenjataan dari NATO mengisyaratkan perang di Ukraina bisa berlanjut hingga dua tahun ke depan.

Sentimen paling krusial yang diprediksi akan mendongkrak harga emas ke level rekor adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Fokus Israel kini bergeser dari isu rektor nuklir ke program rudal balistik supersonik Iran yang dianggap mengancam wilayah strategis mereka.

Rencana invasi militer baru Israel ke Iran, yang kini tengah dikomunikasikan dengan Presiden Donald Trump, diperkirakan akan menjadi katalis utama yang memicu lonjakan harga emas dunia melampaui level USD4.415 dalam waktu dekat.

Kombinasi antara ketidakpastian moneter di AS, krisis di Venezuela, perang berkepanjangan di Eropa, serta ancaman konflik besar di Timur Tengah menciptakan landasan kuat bagi penguatan emas sebagai instrumen lindung nilai di akhir tahun 2025.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Sentuh Rp2,805 Juta per Gram
Harga Emas UBS dan Galeri24...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik, Tembus Rp3,19 Juta per Gram
Rekomendasi
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Infografis
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Harga Emas dan Minyak Dunia Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved