Usai IPO, Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp122,4 Miliar
Minggu, 21 Desember 2025 - 19:48 WIB
loading...
PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) mencatatkan kinerja positif berkelanjutan hingga November 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) mencatatkan kinerja positif berkelanjutan hingga November 2025, seiring pertumbuhan operasional dan keuangan yang solid pasca pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menunjukkan penguatan fundamental bisnis di tengah ekspansi layanan perbankan digital.
Hingga November 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp122,4 miliar. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang melonjak 165 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,4 triliun, sejalan dengan ekspansi intermediasi yang berkelanjutan.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan capaian tersebut mencerminkan arah pertumbuhan perseroan yang semakin matang. "Pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa fondasi bisnis Superbank semakin kuat," ujar Tigor dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).
Baca Juga: Superbank (SUPA) Go Public, Cek Prospektus dan Cara Pesan di Ajaib
Pertumbuhan intermediasi tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 149 persen YoY menjadi Rp11,0 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 58 persen YoY mencapai Rp9,3 triliun. Kondisi ini turut mendorong total aset Superbank tumbuh 69 persen YoY menjadi Rp18,0 triliun per akhir November 2025.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari lima juta nasabah. Seiring peningkatan basis nasabah, rata-rata transaksi harian telah melampaui satu juta transaksi per hari, dengan lonjakan lebih dari 40 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Superbank Bukukan Laba Bersih Rp60,1 Miliar di Kuartal III-2025
Sejalan dengan penguatan kinerja dan permodalan, Superbank telah memenuhi kriteria Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah melantai di bursa. Dengan modal inti yang kini melampaui Rp6 triliun, perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas skala usaha dan memasuki fase pertumbuhan berikutnya sebagai perusahaan publik.
Hingga November 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp122,4 miliar. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang melonjak 165 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,4 triliun, sejalan dengan ekspansi intermediasi yang berkelanjutan.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan capaian tersebut mencerminkan arah pertumbuhan perseroan yang semakin matang. "Pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa fondasi bisnis Superbank semakin kuat," ujar Tigor dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).
Baca Juga: Superbank (SUPA) Go Public, Cek Prospektus dan Cara Pesan di Ajaib
Pertumbuhan intermediasi tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 149 persen YoY menjadi Rp11,0 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 58 persen YoY mencapai Rp9,3 triliun. Kondisi ini turut mendorong total aset Superbank tumbuh 69 persen YoY menjadi Rp18,0 triliun per akhir November 2025.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari lima juta nasabah. Seiring peningkatan basis nasabah, rata-rata transaksi harian telah melampaui satu juta transaksi per hari, dengan lonjakan lebih dari 40 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Superbank Bukukan Laba Bersih Rp60,1 Miliar di Kuartal III-2025
Sejalan dengan penguatan kinerja dan permodalan, Superbank telah memenuhi kriteria Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah melantai di bursa. Dengan modal inti yang kini melampaui Rp6 triliun, perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas skala usaha dan memasuki fase pertumbuhan berikutnya sebagai perusahaan publik.
(nng)
Lihat Juga :