KPII Akuisisi PKSI, Perluas Portofolio Hunian Tapak di Kota Penyangga Jakarta

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:26 WIB
loading...
KPII Akuisisi PKSI,...
KPII memperluas portofolio bisnis hunian tapak melalui akuisisi 99,9% saham PT Pejaten Niaga Inovasi Bersama di PKSI, Jumat (19/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Prospek bisnis rumah tapak (landed house) tahun 2026 diperkirakan masih akan menjadi motor utama pertumbuhan sektor residensial. Tingginya kebutuhan hunian end user, tren tinggal di kawasan pinggiran kota, serta harga lahan yang relatif lebih kompetitif di wilayah penyangga Jakarta menjadikan rumah tapak tetap diminati. Hunian dengan konsep terencana, fasilitas memadai, dan harga terjangkau diprediksi akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Sejalan dengan tren tersebut, PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) memperluas portofolio bisnis hunian tapak melalui akuisisi saham hingga 99,9% milik PT Pejaten Niaga Inovasi Bersama di PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI), atau setara dengan 17.825 lembar saham dengan nilai nominal mencapai Rp174.825.000.000.
Seremoni akuisisi yang dilaksanakan di Plaza Convill Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025), dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua pihak. Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar

Dari KPII hadir Direktur Utama Adam Bilfaqih, Direktur Bayu Setiawan, serta Komisaris Tjandra Tjokrodiponto. Sementara dari pihak PKSI hadir Bahrudin selaku Komisaris dan Saronih selaku Direktur.

Melalui transaksi ini, KPII resmi menjadi pemegang saham pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek-proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial. Bersama PKSI, KPII akan fokus mengembangkan perumahan tapak dengan konsep yang berbeda dari hunian konvensional.

Setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang memiliki nilai tambah, Mulai dari tata kawasan yang terencana, desain rumah yang fungsional, hingga fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan kualitas hidup penghuni.

Segmen hunian tapak yang dikembangkan menyasar pasar rumah terjangkau (affordable housing). Khususnya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama di kawasan buffer city Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang Selatan, serta wilayah penyangga lainnya dengan potensi permintaan yang terus tumbuh.

Direktur KPII Bayu Setiawan mengatakan pengembangan hunian tapak melalui PKSI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pasar residensial. “Kami melihat permintaan rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta masih sangat kuat. Melalui PKSI, kami menghadirkan hunian dengan konsep berbeda, memiliki added value yang lengkap, namun tetap menjaga aspek keterjangkauan harga,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
Rekomendasi
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved