IATA Bidik Produksi Batu Bara 10 Juta Ton, KPP Mining Siap Dukung Ekspansi
Selasa, 23 Desember 2025 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: IATA Gandeng KPP Mining, Target Produksi Batubara Naik hingga 7 Juta Ton/Tahun
Ia menambahkan, pemilihan KPP Mining didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi teknis perusahaan sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia. Selain peningkatan produksi dari aset eksisting, IATA juga membuka peluang ekspansi melalui akuisisi tambang di lokasi lain, termasuk di luar Pulau Sumatera.
Dari sisi kontraktor, KPP Mining menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana ekspansi produksi IATA hingga 10 juta ton per tahun. Proyek Arthaco Prima Energy dinilai memiliki struktur biaya yang kompetitif dan relatif tahan terhadap tekanan harga batu bara global yang fluktuatif.
Direktur Utama KPP Mining Wahyu Widaryanto mengatakan pengalaman KPP dalam mengelola tambang berskala besar menjadi modal utama dalam mendukung peningkatan produksi. “Sebenarnya KPP sudah menambang di Sumatera, dan salah satu pengembangannya adalah Arthaco ini. Tambang ini memiliki sensitivitas biaya yang bagus sehingga cukup tahan terhadap tekanan harga batu bara dunia yang mutatif,” ujarnya.
Ia menegaskan KPP Mining siap mendukung peningkatan produksi secara signifikan. “Kalau targetnya 7 juta ton kami siap, bahkan kalau menjadi 10 juta ton juga siap. Kami punya site dengan produksi hingga 40 juta ton per tahun, jadi dari sisi kesiapan operasional tidak ada kendala. Kalau pertumbuhannya naik tahun depan, kami siap mendukung,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, pemilihan KPP Mining didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi teknis perusahaan sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia. Selain peningkatan produksi dari aset eksisting, IATA juga membuka peluang ekspansi melalui akuisisi tambang di lokasi lain, termasuk di luar Pulau Sumatera.
Dari sisi kontraktor, KPP Mining menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana ekspansi produksi IATA hingga 10 juta ton per tahun. Proyek Arthaco Prima Energy dinilai memiliki struktur biaya yang kompetitif dan relatif tahan terhadap tekanan harga batu bara global yang fluktuatif.
Direktur Utama KPP Mining Wahyu Widaryanto mengatakan pengalaman KPP dalam mengelola tambang berskala besar menjadi modal utama dalam mendukung peningkatan produksi. “Sebenarnya KPP sudah menambang di Sumatera, dan salah satu pengembangannya adalah Arthaco ini. Tambang ini memiliki sensitivitas biaya yang bagus sehingga cukup tahan terhadap tekanan harga batu bara dunia yang mutatif,” ujarnya.
Ia menegaskan KPP Mining siap mendukung peningkatan produksi secara signifikan. “Kalau targetnya 7 juta ton kami siap, bahkan kalau menjadi 10 juta ton juga siap. Kami punya site dengan produksi hingga 40 juta ton per tahun, jadi dari sisi kesiapan operasional tidak ada kendala. Kalau pertumbuhannya naik tahun depan, kami siap mendukung,” kata Wahyu.
Lihat Juga :