Hasil Perundingan Dagang Terbaru dengan AS, Indonesia Bebas Tarif Ekspor Sawit hingga Kopi
Rabu, 24 Desember 2025 - 16:46 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia mengungkapkan capaian signifikan dalam perundingan perdagangan resiprokal dengan AS. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengungkapkan capaian signifikan dalam perundingan perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Komitmen AS untuk memberikan akses pasar preferensial, termasuk penghapusan tarif untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia, menjadi hasil utama dari proses diplomasi ekonomi yang dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari penyelesaian perundingan yang dibahas dalam pertemuan dengan United State-Asean Business Council (USABC) pada 22 Desember 2025 lalu.
"AS berkomitmen untuk memberikan pengecualian tarif bagi produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS seperti minyak kelapa sawit, cocoa, kopi, teh, dan lainnya," tegas Airlangga dalam keterangan resmi, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Kawal Investasi AS, Menko Airlangga Bentuk Satgas Debottlenecking
Kebijakan tarif nol tersebut berlaku di luar ketentuan tarif yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Pemerintah AS. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi eksportir Indonesia. Sebelumnya, pemerintah AS melalui Gedung Putih telah mengumumkan penurunan tarif rata-rata untuk barang asal Indonesia dari 32% menjadi 19% pada Juli 2025.
Adapun komitmen terbaru ini dinilai lebih spesifik dan menguntungkan komoditas strategis. Di sisi lain, Indonesia juga memberikan komitmen timbal balik untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk AS serta berupaya mengatasi kendala hambatan non-tarif.
Pemerintah, melalui Satgas Debottlenecking bertekad menyelesaikan berbagai kendala berusaha yang dihadapi investor, termasuk dari AS. Ruang kerja sama yang dibahas pun meluas, mencakup perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, hingga komersial.
Baca Juga: Indonesia-AS Bakal Teken Kesepakatan Dagang di Awal 2026, Begini Penjelasan Menko Airlangga
Pertemuan juga membuka peluang investasi konkret di sektor alat kesehatan, keuangan digital, produk makanan, dan alutsista, dengan perusahaan seperti GE Healthcare, Visa, PepsiCo, dan Lockheed Martin. Capaian perundingan ini disambut positif oleh kalangan bisnis AS yang berinvestasi di Indonesia. Airlangga menegaskan, hasil ini menunjukkan peningkatan kemitraan ekonomi strategis antara kedua negara yang saling menguntungkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari penyelesaian perundingan yang dibahas dalam pertemuan dengan United State-Asean Business Council (USABC) pada 22 Desember 2025 lalu.
"AS berkomitmen untuk memberikan pengecualian tarif bagi produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS seperti minyak kelapa sawit, cocoa, kopi, teh, dan lainnya," tegas Airlangga dalam keterangan resmi, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Kawal Investasi AS, Menko Airlangga Bentuk Satgas Debottlenecking
Kebijakan tarif nol tersebut berlaku di luar ketentuan tarif yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Pemerintah AS. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi eksportir Indonesia. Sebelumnya, pemerintah AS melalui Gedung Putih telah mengumumkan penurunan tarif rata-rata untuk barang asal Indonesia dari 32% menjadi 19% pada Juli 2025.
Adapun komitmen terbaru ini dinilai lebih spesifik dan menguntungkan komoditas strategis. Di sisi lain, Indonesia juga memberikan komitmen timbal balik untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk AS serta berupaya mengatasi kendala hambatan non-tarif.
Pemerintah, melalui Satgas Debottlenecking bertekad menyelesaikan berbagai kendala berusaha yang dihadapi investor, termasuk dari AS. Ruang kerja sama yang dibahas pun meluas, mencakup perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, hingga komersial.
Baca Juga: Indonesia-AS Bakal Teken Kesepakatan Dagang di Awal 2026, Begini Penjelasan Menko Airlangga
Pertemuan juga membuka peluang investasi konkret di sektor alat kesehatan, keuangan digital, produk makanan, dan alutsista, dengan perusahaan seperti GE Healthcare, Visa, PepsiCo, dan Lockheed Martin. Capaian perundingan ini disambut positif oleh kalangan bisnis AS yang berinvestasi di Indonesia. Airlangga menegaskan, hasil ini menunjukkan peningkatan kemitraan ekonomi strategis antara kedua negara yang saling menguntungkan.
(nng)
Lihat Juga :