Industri Hotel Digulung Bencana, Tahun 2025 Jadi Paling Berat

Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:03 WIB
loading...
Industri Hotel Digulung...
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi hotel secara nasional mengalami penurunan hampir 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri perhotelan nasional dipastikan menghadapi tahun terberat sepanjang 2025. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi hotel secara nasional mengalami penurunan hampir 5% dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan lebih rendah dibandingkan capaian pada 2022.

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran mengungkapkan, secara rata-rata nasional tingkat okupansi hotel tahun ini berada di kisaran 47% dan masih mencatatkan kontraksi secara tahunan (year on year).

"Okupansi hotel tahun ini relatif menurun ya, minus hampir sekitar 5 persen kalau dibandingkan tahun lalu. Bahkan kalau dibandingkan 2022, kita juga bisa lebih rendah," ujar Maulana saat dihubungi MNC Portal, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga: Izin 229 Hotel di Bali Terancam Dicabut karena Tidak Ramah Lingkungan

Ia menjelaskan, hingga mendekati akhir tahun, belum terlihat adanya faktor pendorong yang cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan tersebut. Menurutnya, realisasi okupansi hingga tutup tahun diperkirakan tidak akan bergerak jauh dari kondisi saat ini.



"Nanti kita lihat di tutup tahun ini, tapi kan tidak mungkin bergerak terlalu jauh dari angka minusnya itu. Kesimpulannya, pasti tidak tumbuh di tahun ini," tegasnya.

Maulana menambahkan, kondisi tersebut turut memengaruhi proyeksi kinerja industri hotel pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Meski secara musiman Nataru biasanya menjadi momentum peningkatan okupansi, namun tahun ini dinilai masih sulit mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Salah satu faktor utamanya adalah bencana alam yang melanda sejumlah daerah tujuan wisata utama, seperti di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Wilayah-wilayah tersebut selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan nusantara dengan kontribusi okupansi yang cukup besar saat libur akhir tahun.

Baca Juga: Digitalisasi Merambah Sektor Perhotelan, Smart Room Bikin Makin Nyaman

"Daerah-daerah yang terdampak bencana tentu akan sangat terpukul. Akses jalan terkendala, mobilitas wisatawan menurun, sehingga kontribusinya terhadap okupansi nasional juga berkurang," jelasnya.

Selain bencana, tantangan lain yang membayangi periode Nataru adalah cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat wisatawan cenderung membatasi perjalanan jarak jauh dan lebih berhati-hati dalam merencanakan liburan.

Dengan berbagai tekanan tersebut, PHRI menilai periode Nataru tahun ini lebih berperan sebagai penahan penurunan (buffer) dibandingkan sebagai pendorong pertumbuhan industri perhotelan. "Harapannya Nataru bisa menahan agar penurunannya tidak lebih dalam. Tapi untuk mendorong pertumbuhan, itu masih berat," pungkas Maulana.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
One Global Capital Perluas...
One Global Capital Perluas Portofolio Resor melalui Hotel Butik di Parramatta
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Digital, Minor Hotels Perkenalkan Platform Data dan AI Global
Masa Pajak Maret 2026,...
Masa Pajak Maret 2026, Wajib Pajak Restoran dan Hotel di Jakarta Dapat Keringanan 20%
ITX 2026 Perkuat Sinergi...
ITX 2026 Perkuat Sinergi Industri Pariwisata dan Perhotelan Nasional
Pajak Hotel di DKI Jakarta...
Pajak Hotel di DKI Jakarta Berlaku Terbatas, Ini Penjelasannya
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Rekomendasi
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved