IHSG Tutup 2025 di Level 8.646, Bos BEI: Setahun 24 Kali Cetak Rekor
Selasa, 30 Desember 2025 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
"Makanya Indeks bisa naik ke atas. Kalau ditanya gimana Indeks? To the moon. Saya bilang itu menciptakan optimisme juga. Akhir tahun ini berapa? 9.000. (Dalam) 10 tahun lagi ke depan berapa? 32.000," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.
Baca Juga: Target IPO 2025 Meleset, BEI Sebut Nilai Fundraise Meningkat
Meskipun angka 9.000 belum tertembus, capaian IHSG tahun ini tetap dianggap luar biasa. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) , Iman Rachman mencatat, bahwa indeks sebenarnya telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All-Time High) sebanyak 24 kali di sepanjang tahun 2025.
"All Time High kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali," kata Iman dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Keberhasilan BEI menjaga performa indeks sepanjang tahun merupakan hasil kolaborasi antara OJK, SRO, serta fundamental ekonomi yang kokoh. Hingga penutupan tahun, pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan data yang signifikan seperti total perusahaan tercatat mencapai 956 emiten, dengan tambahan 26 emiten baru (IPO) senilai Rp28 triliun.
Hadirnya 6 perusahaan mercusuar baru yang memperkuat kredibilitas bursa. Total penggalangan dana menembus angka Rp278 triliun. Kapitalisasi Pasar berhasil menembus level Rp16.000 triliun.
Baca Juga: Target IPO 2025 Meleset, BEI Sebut Nilai Fundraise Meningkat
Meskipun angka 9.000 belum tertembus, capaian IHSG tahun ini tetap dianggap luar biasa. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) , Iman Rachman mencatat, bahwa indeks sebenarnya telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All-Time High) sebanyak 24 kali di sepanjang tahun 2025.
"All Time High kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali," kata Iman dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Keberhasilan BEI menjaga performa indeks sepanjang tahun merupakan hasil kolaborasi antara OJK, SRO, serta fundamental ekonomi yang kokoh. Hingga penutupan tahun, pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan data yang signifikan seperti total perusahaan tercatat mencapai 956 emiten, dengan tambahan 26 emiten baru (IPO) senilai Rp28 triliun.
Hadirnya 6 perusahaan mercusuar baru yang memperkuat kredibilitas bursa. Total penggalangan dana menembus angka Rp278 triliun. Kapitalisasi Pasar berhasil menembus level Rp16.000 triliun.
(akr)
Lihat Juga :