Sisa Dana Bencana Rp1,51 Triliun, Purbaya Desak BNPB Segera Cairkan Sebelum Hangus

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:33 WIB
loading...
Sisa Dana Bencana Rp1,51...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya sisa dana tanggap darurat atau dana siap pakai (DSP) untuk cadangan bencana sebesar Rp1,51 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya sisa dana tanggap darurat atau dana siap pakai (DSP) untuk cadangan bencana sebesar Rp1,51 triliun. Dana yang berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) tersebut saat ini masih tersedia dan siap dicairkan sebelum pergantian tahun.

Menurut Purbaya, meskipun BNPB sebelumnya telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk pemulihan bencana di Sumatera, namun alokasi sisa cadangan Rp1,51 triliun masih bisa dimanfaatkan jika segera diajukan.

"Sekarang masih ada tersisa siap pakai Rp1,51 triliun. Jadi kalau besok atau hari ini BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair pak. Uangnya ada, tinggal dipercepat, kalau bisa besok atau hari ini (diajukan), biar besok bisa dicairkan," ungkap Purbaya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana dengan K/L daerah terdampak, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Purbaya Pastikan Anggaran Bencana Sumatera Cukup: Dana Diambil dari Rapat Gak Jelas

Menkeu Purbaya juga mewanti-wanti agar sisa dana tersebut segera dieksekusi hari ini atau esok. Jika melewati batas tahun anggaran, dana tersebut secara otomatis akan hangus dan justru berpotensi menjadi faktor pengurang alokasi dana di tahun berikutnya.

"Jangan sampai tahun depan, kalau tahun depan anggarannya beda lagi. Jadi saya mau habis, (kalau) hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurangan. Jadi kalau bisa dihabiskan tahun ini ada Rp1,51 triliun," kata Purbaya.



Anggaran sisa ini diyakini mampu menuntaskan berbagai kewajiban mendesak, termasuk pelunasan utang pembangunan jembatan darurat serta percepatan penyediaan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) di lokasi bencana, khususnya di wilayah Sumatera.

Purbaya juga menyoroti progres dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan infrastruktur pengungsian agar segera dikoordinasikan di sisa waktu yang sangat terbatas ini. "Termasuk yang dari PU huntara, juga komunikasi dengan mereka, kami percepat. Tapi cuma tinggal 1 hari, anda sanggup?" ujar Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Siap Tambah Dana Penanggulangan Bencana, Jamin Tak Bebani APBN

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyatakan keheranannya atas lambatnya birokrasi pengajuan tambahan anggaran dari lembaga terkait. Menurut hitungannya, kapasitas anggaran negara sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan yang jauh lebih besar daripada yang diajukan selama ini.

"Saya agak menyesal pertemuannya baru sekarang, harusnya kalau sebelumnya bisa saya percepat. Karena selama ini saya nunggu, saya selalu heran kenapa permintaan tambahannya lambat dan sedikit. Hitungan saya sih lebih besar dari itu tapi kan karena saya memang di belakang ya kita tunggu. Jadi mungkin itu bisa dipercepat kalau mau," ungkap Purbaya.

Pemerintah berharap BNPB dan kementerian teknis lainnya dapat bergerak cepat dalam waktu 24 jam ke depan agar pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana tidak terkendala masalah administratif pergantian tahun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved