Awas! Pencabutan Insentif Mobil Listrik Bisa Patahkan Kepercayaan Pasar
Selasa, 30 Desember 2025 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Agus kemudian menekankan bahwa insentif kendaraan listrik harus dipahami sebagai bagian dari strategi penguatan industri nasional. Dukungan kebijakan diperlukan tidak hanya untuk mendorong adopsi pasar, tetapi juga untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan limbah baterai, serta penyesuaian regulasi lalu lintas dan keselamatan secara bertahap.
Baca Juga: Insentif Mobil LIstrik Dihapus, ICE dan Hybrid Diprediksi Bakal Diuntungkan
Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai basis perakitan kendaraan listrik yang tengah berkembang. Menurutnya, fase ini membutuhkan kepastian kebijakan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan kandungan lokal, memperluas alih teknologi, dan membangun daya saing secara berkelanjutan.
Ke depan, terkait dengan keberlangsungan sebuah kebijakan perlu dibuatkan peta jalan yang jelas. Jadi tidak asal menerbitkan kebijakan, kemudian mengapusnya tanpa target yang jelas.
“Selama ekosistem kendaraan listrik masih tumbuh, insentif tidak seharusnya dicabut. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan agar kendaraan listrik menjadi penopang ketahanan energi,” tutup Agus.
Baca Juga: Insentif Mobil LIstrik Dihapus, ICE dan Hybrid Diprediksi Bakal Diuntungkan
Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai basis perakitan kendaraan listrik yang tengah berkembang. Menurutnya, fase ini membutuhkan kepastian kebijakan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan kandungan lokal, memperluas alih teknologi, dan membangun daya saing secara berkelanjutan.
Ke depan, terkait dengan keberlangsungan sebuah kebijakan perlu dibuatkan peta jalan yang jelas. Jadi tidak asal menerbitkan kebijakan, kemudian mengapusnya tanpa target yang jelas.
“Selama ekosistem kendaraan listrik masih tumbuh, insentif tidak seharusnya dicabut. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan agar kendaraan listrik menjadi penopang ketahanan energi,” tutup Agus.
(akr)
Lihat Juga :