Warga RI Pilih ke Luar Negeri, Penerbangan Domestik Lesu Selama Nataru
Kamis, 01 Januari 2026 - 15:15 WIB
loading...
Kemenhub mencatat pergeseran tren perjalanan masyarakat selama periode Nataru 2025/2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergeseran tren perjalanan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Minat penerbangan ke luar negeri meningkat, sementara jumlah penumpang penerbangan domestik justru mengalami penurunan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan secara kumulatif pada periode 18 hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang penerbangan domestik turun 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi meski jumlah penerbangan domestik justru naik 2,01 persen. "Jadi pesawatnya ada tapi justru jumlah penumpangnya turun. Itu kondisi domestik," ujar Menhub dalam konferensi pers akhir tahun, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Pesawat Turun di Momen Nataru 2025/2026, Ada Apa?
Sebaliknya, pergerakan penumpang penerbangan internasional menunjukkan tren positif. Hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang internasional harian meningkat 4 persen dengan jumlah penerbangan relatif stagnan. Secara kumulatif sejak 18 Desember 2025, jumlah penerbangan internasional naik 7,2 persen dan penumpangnya bertambah 5 persen.
Tren peningkatan penumpang internasional juga tercermin di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pada puncak arus penumpang 28 Desember 2025, tercatat 82.445 penumpang atau naik 12 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh penerbangan internasional, sementara penumpang domestik tidak mengalami lonjakan signifikan.
Dari sisi kapasitas, Kemenhub menilai ketersediaan kursi penerbangan masih mencukupi. Tingkat keterisian kursi (load factor) pada periode 18–30 Desember 2025 tercatat sebesar 70,59 persen, menyisakan 21.180 kursi yang belum terpakai.
Baca Juga: Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Teroris Selama Momen Nataru
Hingga 30 Desember 2025, sebanyak 294 extra flight telah digunakan dari total rencana 329 penerbangan tambahan. Secara nasional, Kemenhub telah menyetujui hingga 1.120 extra flight selama periode Nataru, namun baru 799 penerbangan atau 71,51 persen yang terealisasi, terdiri dari 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.
Meski penumpang domestik melemah, Lukman menegaskan bahwa secara keseluruhan kinerja penerbangan nasional masih mencatatkan pertumbuhan tipis jika digabung dengan penerbangan internasional. Hingga 30 Desember 2025, total penerbangan meningkat 0,9 persen dan jumlah penumpang naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan secara kumulatif pada periode 18 hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang penerbangan domestik turun 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi meski jumlah penerbangan domestik justru naik 2,01 persen. "Jadi pesawatnya ada tapi justru jumlah penumpangnya turun. Itu kondisi domestik," ujar Menhub dalam konferensi pers akhir tahun, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Pesawat Turun di Momen Nataru 2025/2026, Ada Apa?
Sebaliknya, pergerakan penumpang penerbangan internasional menunjukkan tren positif. Hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang internasional harian meningkat 4 persen dengan jumlah penerbangan relatif stagnan. Secara kumulatif sejak 18 Desember 2025, jumlah penerbangan internasional naik 7,2 persen dan penumpangnya bertambah 5 persen.
Tren peningkatan penumpang internasional juga tercermin di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pada puncak arus penumpang 28 Desember 2025, tercatat 82.445 penumpang atau naik 12 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh penerbangan internasional, sementara penumpang domestik tidak mengalami lonjakan signifikan.
Dari sisi kapasitas, Kemenhub menilai ketersediaan kursi penerbangan masih mencukupi. Tingkat keterisian kursi (load factor) pada periode 18–30 Desember 2025 tercatat sebesar 70,59 persen, menyisakan 21.180 kursi yang belum terpakai.
Baca Juga: Densus 88 Antiteror Tangkap 7 Teroris Selama Momen Nataru
Hingga 30 Desember 2025, sebanyak 294 extra flight telah digunakan dari total rencana 329 penerbangan tambahan. Secara nasional, Kemenhub telah menyetujui hingga 1.120 extra flight selama periode Nataru, namun baru 799 penerbangan atau 71,51 persen yang terealisasi, terdiri dari 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.
Meski penumpang domestik melemah, Lukman menegaskan bahwa secara keseluruhan kinerja penerbangan nasional masih mencatatkan pertumbuhan tipis jika digabung dengan penerbangan internasional. Hingga 30 Desember 2025, total penerbangan meningkat 0,9 persen dan jumlah penumpang naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(nng)
Lihat Juga :