Modal Asing Kabur Rp125,1 Triliun dari Indonesia Sepanjang 2025

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:18 WIB
loading...
Modal Asing Kabur Rp125,1...
Bank Indonesia mencatatkan aliran keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia sepanjang 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia mencapai Rp125,1 triliun sepanjang 2025. Angka ini membalikkan tren masuknya modal asing senilai Rp212,32 triliun pada tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, merinci bahwa investor non-residen melakukan penjualan bersih Rp17 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI). Meski demikian, mereka membeli bersih Rp2,01 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"Selama 2025, berdasarkan data setelmen sampai 31 Desember 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp17 triliun di pasar saham dan Rp110,11 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp2,01 triliun di pasar SBN," jelas Denny dalam keterangannya, dikutip Minggu (4/1/2026).

Baca Juga: Bank Indonesia Resmi Hentikan Publikasi JIBOR Mulai 1 Januari 2026

Keluarnya modal asing secara besar-besaran ini terutama terjadi melalui instrumen SRBI, mencerminkan pergeseran strategi investasi portofolio asing di tengah ketidakpastian global dan penguatan dolar AS. Sepanjang tahun, tekanan jual berkelanjutan tercatat di beberapa periode, termasuk Rp4,58 triliun pada pekan pertama November dan Rp3,79 triliun pada pekan kedua November 2025.



Kondisi pasar keuangan 2025 berbanding terbalik dengan 2024, ketika Indonesia mencatat inflow modal asing hingga Rp212,32 triliun. Saat itu, investor asing membeli bersih Rp15,74 triliun di pasar saham, Rp34,59 triliun di SBN, serta Rp161,99 triliun di SRBI.

Perubahan drastis ini dipicu dinamika global yang fluktuatif serta kebijakan moneter ketat di negara maju, yang memengaruhi alokasi aset investor global. Namun, tren mulai membaik di akhir tahun. Pada pekan terakhir 2025 (29-31 Desember), investor asing membeli bersih Rp2,43 triliun, terdiri dari Rp1,23 triliun di saham dan Rp1,66 triliun di SBN. Perbaikan ini juga terlihat dari penurunan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia bertenor 5 tahun dari 69,95 basis poin pada 26 Desember 2025 menjadi 67,78 basis poin per 1 Januari 2026, menandakan persepsi risiko investasi yang lebih baik.

Respons BI

BI menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi policy mix untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Kurs rupiah ditutup Rp16.670 per dolar AS pada 31 Desember 2025 dan dibuka Rp16.680 pada 2 Januari 2026. Sementara itu, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun relatif stabil di 6,04 persen.

Baca Juga: Diancam Diinvasi Militer AS, Kuba Merapat ke Rusia

Untuk 2026, BI membuka ruang penurunan lebih lanjut suku bunga acuan seiring inflasi terkendali, sambil menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valuta asing dan perluasan likuiditas moneter. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen tahun depan, didukung fundamental kuat meski hadapi tantangan eksternal tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Berita Terkini
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved