Top! Ekonomi Vietnam Meroket 8% di 2025, Tarif Trump Nggak Ngefek

Selasa, 06 Januari 2026 - 21:27 WIB
loading...
Top! Ekonomi Vietnam...
Ekonomi Vietnam mencatatkan pertumbuhan mengesankan sepanjang 2025 di tengah dinamika perdagangan global. FOTO/Bloomberg
A A A
JAKARTA - Ekonomi Vietnam mencatatkan pertumbuhan mengesankan sepanjang 2025 di tengah dinamika perdagangan global dan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Produk domestik bruto (PDB) negara tersebut tumbuh 8,02% secara tahunan menjadi laju pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir didorong oleh kinerja kuat sektor manufaktur, investasi dan perdagangan.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam bahkan menguat pada kuartal terakhir 2025. Data Kantor Statistik Nasional di Hanoi menunjukkan, PDB Vietnam pada periode Oktober–Desember 2025 tumbuh 8,46% secara tahunan. Capaian ini melampaui seluruh perkiraan dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan pertumbuhan median 7,7% dan menjadi yang tercepat untuk kuartal keempat sejak 2011.

"Meski belum mencapai target pemerintah, pertumbuhan PDB 2025 tetap sangat menggembirakan dan melampaui seluruh perkiraan, didukung oleh ekspor yang tangguh serta peningkatan investasi publik," kata Kepala Ekonom Ho Chi Minh City Securities, Pham Vu Thang Long dikutip dari Bloomberg, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Bloomberg Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2026

Sepanjang 2025, Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 8,3% hingga 8,5%. Meski sedikit di bawah sasaran tersebut, Vietnam tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, ditopang oleh penyaluran kredit yang agresif, kebijakan fiskal yang suportif, serta nilai tukar dong yang relatif lebih lemah.

Sektor perdagangan luar negeri juga menunjukkan kinerja impresif. Vietnam mencatat surplus perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar rekor 133,9 miliar dolar AS pada 2025, naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Vietnam sebagai negara dengan defisit perdagangan terbesar ketiga bagi AS, setelah China dan Meksiko, seiring pergeseran rantai pasok global ke Asia Tenggara.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved