Pertama Kali dalam 9 Tahun, Produksi Minyak Indonesia Naik di 2025
Kamis, 08 Januari 2026 - 14:36 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, tren produksi minyak sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan, capaian positif sektor hulu migas sepanjang 2025. Rata-rata lifting minyak bumi tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau 100,05% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2025 sebesar 605 MBOPD, sekaligus menjadi kenaikan pertama dalam sembilan tahun terakhir.
Bahlil menyampaikan, tren produksi minyak sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun. Produksi tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 652,9 MBOPD, sementara titik terendah terjadi pada Oktober sebesar 567,0 MBOPD. Meski sempat berfluktuasi, rata-rata tahunan tetap mampu melampaui target pemerintah.
"Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barel per day, itu target APBN. Alhamdulillah target kita mencapai 605,3 ribu barel per day atau sama dengan 105 persen, jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Sementara itu untuk sektor gas bumi, lifting sepanjang 2025 tercatat rata-rata 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Meski belum mencapai target APBN 2025 sebesar 1.005 MBOEPD, capaian tersebut dinilai relatif stabil di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas (natural decline) dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah produksi.
Data bulanan menunjukkan lifting gas berada di kisaran 913,7–977,9 MBOEPD sepanjang tahun. Capaian tertinggi terjadi pada Maret sebesar 977,9 MBOEPD, sementara terendah tercatat pada Agustus sebesar 913,7 MBOEPD. Pada akhir tahun, lifting gas kembali menguat ke level 964,0 MBOEPD di Desember.
Baca Juga: PHE Cetak Kinerja Solid Triwulan III/2025, Produksi Minyak 553 Ribu Barel per Hari
Bahlil menegaskan, pemerintah terus mendorong optimalisasi produksi melalui percepatan proyek hulu migas, reaktivasi sumur idle, serta percepatan pengembangan lapangan baru. Selain itu, penyederhanaan perizinan dan insentif investasi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi nasional.
Pemerintah berharap tren positif di sektor minyak dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan pada 2026. Hal itu seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan lapangan dan peningkatan aktivitas eksplorasi.
Bahlil menyampaikan, tren produksi minyak sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada paruh kedua tahun. Produksi tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 652,9 MBOPD, sementara titik terendah terjadi pada Oktober sebesar 567,0 MBOPD. Meski sempat berfluktuasi, rata-rata tahunan tetap mampu melampaui target pemerintah.
"Target kita di APBN, lifting itu 605 ribu barel per day, itu target APBN. Alhamdulillah target kita mencapai 605,3 ribu barel per day atau sama dengan 105 persen, jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Sementara itu untuk sektor gas bumi, lifting sepanjang 2025 tercatat rata-rata 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Meski belum mencapai target APBN 2025 sebesar 1.005 MBOEPD, capaian tersebut dinilai relatif stabil di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas (natural decline) dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah produksi.
Data bulanan menunjukkan lifting gas berada di kisaran 913,7–977,9 MBOEPD sepanjang tahun. Capaian tertinggi terjadi pada Maret sebesar 977,9 MBOEPD, sementara terendah tercatat pada Agustus sebesar 913,7 MBOEPD. Pada akhir tahun, lifting gas kembali menguat ke level 964,0 MBOEPD di Desember.
Baca Juga: PHE Cetak Kinerja Solid Triwulan III/2025, Produksi Minyak 553 Ribu Barel per Hari
Bahlil menegaskan, pemerintah terus mendorong optimalisasi produksi melalui percepatan proyek hulu migas, reaktivasi sumur idle, serta percepatan pengembangan lapangan baru. Selain itu, penyederhanaan perizinan dan insentif investasi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi nasional.
Pemerintah berharap tren positif di sektor minyak dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan pada 2026. Hal itu seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan lapangan dan peningkatan aktivitas eksplorasi.
(akr)
Lihat Juga :