Bahas Kebijakan Ekonomi Indonesia, Anggawira Hadirkan Dua Buku

Jum'at, 09 Januari 2026 - 18:23 WIB
loading...
Bahas Kebijakan Ekonomi...
Peluncuran buku Anggawira di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat (09/01/2026). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Dr Anggawira , menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Buku ini menjadi refleksi dari pengalamannya selama dua dekade lebih bergulat dan berkontribusi dalam laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Buku ini menjadi jalan panjang sekaligus milestone dari kegiatan saya sebagai seorang pengusaha. Ini menjadi persembahan saya buat Indonesia,” kata Anggawira dalam peluncuran bukunya di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat (09/01/2026).

Kedua buku karya Anggawira ini masing-masing berjudul “Di Balik Layar Persaingan Usaha: Praktik dan Penegakan di Indonesia” serta “Negara, Pasar, dan Keberanian Memilih: Esai-Esai Kebijakan dari Tengah Pusaran Krisis Global”. Peluncuran buku ini ditandai juga acara talkshow yang menghadirkan sejumlah tokoh kunci dalam perekonomian nasional.

Baca Juga : Aspebindo Energy Executive Forum 2025 Tekankan Kolaborasi Menuju Swasembada Energi

Saat diskusi, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Anggawira dalam memperkaya literatur kebijakan publik di Indonesia. Menurutnya, penerbitan dua buku ini merupakan bukti nyata dari dinamika intelektual dan konsistensi Anggawira dalam mengawal isu-isu strategis nasional.

"Menulis memerlukan komitmen, wawasan, serta kemampuan berpikir yang runtut. Karya ini adalah wujud nyata dari kontribusi pemikiran yang jernih dan tajam di tengah dinamika kebijakan publik kita," kata Silmy.

Silmy menilai hadirnya kedua buku ini tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, namun sangat relevan secara empiris dengan realitas di lapangan. Melalui narasi yang dibangun, kata dia, Anggawira dinilai berhasil menjembatani perspektif regulator dan pelaku usaha dengan satu tujuan utama, yakni kepentingan nasional. "Buku ini mengajak kita memahami tantangan dan dilema persaingan hukum serta kebijakan di Indonesia secara lebih mendalam," tambahnya.

Baca Juga : Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono,menilai buku ini secara cerdas menggambarkan keberanian kepemimpinan di era Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan arah ideologi ekonomi bangsa. "Buku ini memotret sebuah persimpangan krusial: apakah kita akan sepenuhnya larut dalam mekanisme pasar bebas atau tetap setia memegang teguh mandat konstitusi UUD 1945. Ini adalah cerminan dari keberanian kita untuk memilih jalur yang paling tepat bagi kedaulatan bangsa," ungkap Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa karya ini sangat krusial dalam memberikan perspektif mendalam mengenai realitas sosiopolitik dan ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia saat ini. Ia berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan maupun masyarakat umum dalam memahami pilihan-pilihan sulit yang dihadapi negara di tengah ketidakpastian global.

"Buku ini penting karena menggambarkan kondisi riil saat ini, di mana kita dihadapkan pada situasi yang menuntut ketegasan sikap. Kehadiran literatur seperti ini diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, sembari tetap menjaga keseimbangan antara pasar dan perlindungan terhadap kepentingan rakyat," katanya.

Dalam acara diskusi ini hadir juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Anindya Novyan Bakrie; Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Dr Fanshurullah Asa. Selanjutnya ada Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Hilmawan Buchari, Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet, Direktur Utama PT Krakatau Steel Dr Muhammad Akbar Djohan, Guru besar hukum ekonomi Fakultas Hukum Unpad Tarsisius Murwadji, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Prof Dr Angkasa.

Secara garis besar, Anggawira menuangkan pemikirannya sebagai upaya dalam memberikan peran dan kontribusi bagi tumbuhnya literasi ekonomi di Indonesia. Ia sadar budaya literasi di Indonesia masih tertinggal jauh secara global.

“Jadi buku ini tidak hanya sekadar menuangkan pemikiran saya dari praktik keseharian dalam berbisnis tapi juga mendorong agar budaya literasi membaca dan menulis di Indonesia bisa ikut meningkat,” kata Sekjen Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) ini.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved