133,5 Ton Bawang Bombay Selundupan Bawa Penyakit, Mentan: Bongkar Sampai Akarnya

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:36 WIB
loading...
133,5 Ton Bawang Bombay...
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan praktik impor ilegal bawang bombay merupakan ancaman serius bagi petani dan ekosistem pertanian nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ), Andi Amran Sulaiman menegaskan praktik impor ilegal bawang bombay merupakan ancaman serius bagi petani dan ekosistem pertanian nasional. Selain merugikan negara, bawang bombay selundupan dinilai berpotensi membawa penyakit dan bakteri berbahaya yang dapat merusak produksi pangan dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat turun langsung ke Semarang untuk mengecek 133,5 ton bawang bombay ilegal yang masuk tanpa izin dan dokumen resmi. Dalam pemeriksaan di lapangan, ia menegaskan bahwa bawang tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam kesehatan tanaman dan keberlanjutan pertanian nasional.

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM (Polisi Militer) dampingi, kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera. Bukan soal tonnya, satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit, ” ujarnya, dikutip Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin

Menurut Mentan Amran, masuknya bawang bombay ilegal berpenyakit juga dapat menurunkan kepercayaan dan motivasi petani untuk terus berproduksi. Dampak tersebut berpotensi memicu kembali ketergantungan impor dan melemahkan ketahanan pangan nasional.

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4-5 juta peternak yang harus dilindungi dari praktik ilegal semacam ini. Ia menilai tidak adil jika kepentingan segelintir oknum mengorbankan kesejahteraan jutaan petani.

“Masa mau korbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun,” tegasnya.



Selain bawang bombay, Mentan Amran memastikan pengawasan ketat juga akan dilakukan terhadap komoditas strategis lainnya seperti beras, gula, serta pangan pokok lain yang rawan diselundupkan. Ia mengaku telah menerima banyak laporan terkait impor ilegal pangan, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Bombay yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Mengatur Kadar Gula Darah

“Kalau petani tahu ada impor beras satu ton saja, dampaknya ke 29 juta petani beras dan keluarganya bisa 115 juta orang. Petani bisa berhenti, lalu impor lagi. Ini yang harus dijaga ketat,” katanya.

Ia juga menyinggung pengalaman pahit masuknya penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang menurutnya menjadi bukti nyata bahwa penyelundupan pangan dan komoditas pertanian dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani.

"Satu atau dua ekor ternak terjangkit bisa merusak jutaan ekor ternak. Kerugiannya bukan negara, tapi petani. Bisa ratusan triliun. Ini nyata dan pernah terjadi. Ini bukan soal hari ini, tapi dampaknya ke depan. Dan saya tidak akan berhenti sampai praktik-praktik seperti ini benar-benar dihentikan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved