Kerusuhan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Pasokan Global Terancam

Senin, 12 Januari 2026 - 10:52 WIB
loading...
Kerusuhan Iran Picu...
Sebuah Suar Gas di Anjungan Produksi Minyak Terlihat di Samping Bendera Iran. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (4/1), menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Minyak mentah acuan Brent menguat ke posisi USD63,34 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencapai USD59,12 per barel. Dikutip dari Bloomberg, kenaikan ini mencatatkan tren mingguan terpanjang sejak Juni.

Secara keseluruhan, Brent ditutup naik USD1,35 atau 2,18%, sementara WTI merangkak USD1,36 atau 2,35%. Untuk catatan mingguan, Brent menguat sekitar 4% dan WTI naik 3%. Lonjakan ini tak lepas dari ketegangan geopolitik yang kembali memicu kekhawatiran pasokan global.

Baca Juga: Iran Tangkap 100 Pemimpin Kerusuhan yang Berafiliasi dengan Zionis

Para analis pasar menyoroti kerusuhan dalam negeri Iran sebagai pemicu utama. "Pemberontakan di Iran membuat pasar waspada," ujar Phil Flynn, analis senior Price Futures Group. Senada dengan hal itu, Ole Hansen, Kepala Analisis Komoditas Saxo Bank, menambahkan, "Protes di Iran tampaknya semakin mengumpulkan momentum, menyebabkan pasar khawatir akan gangguan pasokan."

Kekhawatiran tersebut berpusat pada produksi minyak Iran yang mencapai lebih dari 3 juta barel per hari. Protes nasional yang meletus sejak 28 Desember telah meningkat menjadi kerusuhan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Iran bahkan diketahui melakukan pemadaman internet nasional pada Kamis lalu, mencakup Tehran, Mashhad, Isfahan, dan kota-kota besar lainnya.

Baca Juga: Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik

Situasi diperparah dengan aksi mogok pekerja di kilang South Pars, pusat produksi gas alam Iran, pada Rabu. Aksi ini memperluas kelumpuhan ekonomi ke sektor energi yang vital. Tekanan eksternal juga datang dari peringatan Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan memberikan konsekuensi berat kepada Tehran jika demonstran dirugikan.



Selain Iran, pasar juga mempertimbangkan risiko pasokan dari negara produsen minyak lainnya. Rusia dilaporkan meluncurkan rudal hipersonik ke infrastruktur energi Ukraina pada hari yang sama. Sementara itu, ketidakpastian melingkupi aliran minyak dari Venezuela setelah adanya intervensi AS terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Di tengah gejolak tersebut, sikap investor terhadap pasar minyak justru cenderung pesimistis. Survei Goldman Sachs terhadap 1.100 klien institusional menemukan 59% di antaranya bersikap pesimis atau agak pesimis, mendekati level terburuk dalam hampir satu dekade.

"Persediaan minyak global meningkat, dan kelebihan pasokan tetap menjadi pendorong utama yang dapat membatasi kenaikan harga," kata analis Haitong Futures. Proyeksi dari Robert Rennie dari Westpac Banking bahkan memperkirakan harga minyak akan berkisar di angka USD50 per barel pada kuartal pertama tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved