Bahlil di Depan Prabowo: Demi Merah Putih, Jangankan Harta, Nyawa Pun Kita Kasih
Senin, 12 Januari 2026 - 18:56 WIB
loading...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku banyak pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah menekan impor minyak dengan cara membangun fasilitas produksi sendiri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengaku banyak pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah menekan impor BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan cara membangun fasilitas produksi sendiri. Hal ini disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan , Senin (12/1/2026).
Bahlil mengatakan, ke depan ditargetkan Indonesia tidak lagi impor BBM, namun hanya berbentuk minyak mentah saja. Sebab fasilitas pengolahannya akan dibangun oleh Pemerintah, salah satu contohnya seperti RDMP Balikpapan.
"Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih," ujar Bahlil dalam pidatonya.
Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Harus Didukung untuk Mengurangi Impor BBM
Pada kesempatan itu, Bahlil juga menceritakan bahwa dalam meresmikan RDPM Balikpapan terdapat sejumlah tantangan dan hambatan yang dihadapi. Pasalnya, sesuai jadwal fasilitas kilang itu semestinya bisa diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu, namun sempat terbakar dan harus masuk fase pemulihan.
Bahlil menduga, kebakaran yang sempat terjadi di RDPM Balikpapan ini disebabkan oleh pihak-pihak yang sengaja membakar. Karena kehadiran kilang ini praktis akan memangkas importasi BBM sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun Hari Ini
"Proyek ini banyak dramanya, kenapa karena seharusnya sudah jadi awal bulan mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain," kata Bahlil.
"Bulan agustus, saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi," pungkasnya.
Bahlil mengatakan, ke depan ditargetkan Indonesia tidak lagi impor BBM, namun hanya berbentuk minyak mentah saja. Sebab fasilitas pengolahannya akan dibangun oleh Pemerintah, salah satu contohnya seperti RDMP Balikpapan.
"Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih," ujar Bahlil dalam pidatonya.
Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Harus Didukung untuk Mengurangi Impor BBM
Pada kesempatan itu, Bahlil juga menceritakan bahwa dalam meresmikan RDPM Balikpapan terdapat sejumlah tantangan dan hambatan yang dihadapi. Pasalnya, sesuai jadwal fasilitas kilang itu semestinya bisa diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu, namun sempat terbakar dan harus masuk fase pemulihan.
Bahlil menduga, kebakaran yang sempat terjadi di RDPM Balikpapan ini disebabkan oleh pihak-pihak yang sengaja membakar. Karena kehadiran kilang ini praktis akan memangkas importasi BBM sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun Hari Ini
"Proyek ini banyak dramanya, kenapa karena seharusnya sudah jadi awal bulan mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain," kata Bahlil.
"Bulan agustus, saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :