Pertamina NRE Gandeng China Garap Proyek Energi Bersih
Selasa, 13 Januari 2026 - 11:33 WIB
loading...
Pertamina NRE menandatangani MoU bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal China. Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Rabu (7/1) di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, yang diwakili CEO Pertamina NRE John Anis, dan Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy Co., Ltd Zhi Fei.
CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan. Kerja sama ini, tegas dia, membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.
"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar John Anis dalam keterangannya, Selasa (13/1/2027).
Baca Juga: Dorong Energi Hijau, Pertamina NRE Akuisisi 20% Saham Perusahaan EBT Filipina
Sementara, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. Dia menegaskan, Indonesia adalah salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global.
"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Pertamina NRE pun optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia. Kerja sama ini juga diyakini memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060.
CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan. Kerja sama ini, tegas dia, membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.
"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar John Anis dalam keterangannya, Selasa (13/1/2027).
Baca Juga: Dorong Energi Hijau, Pertamina NRE Akuisisi 20% Saham Perusahaan EBT Filipina
Sementara, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. Dia menegaskan, Indonesia adalah salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global.
"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Pertamina NRE pun optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia. Kerja sama ini juga diyakini memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060.
(nng)
Lihat Juga :