Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:13 WIB
loading...
Loud Budgeting: Seni...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Di tengah gempuran budaya konsumerisme dan tren flexing di media sosial, muncul sebuah fenomena baru yang disebut dengan Loud Budgeting. Tren ini pertama kali viral melalui platform TikTok dan dengan cepat menjadi referensi finansial baru bagi Generasi Z dan Milenial. Berbeda dengan metode penghematan tradisional yang sering kali terkesan "pelit" atau dilakukan secara sembunyi-sembunyi, loud budgeting justru dilakukan secara vokal dan penuh kebanggaan.

Secara sederhana, loud budgeting adalah tindakan menyatakan secara terbuka bahwa dalam memprioritaskan tujuan keuangan yang lebih penting agar nantinya memiliki anggaran untuk pengeluaran tertentu. Hal ini adalah bentuk perlawanan terhadap tekanan sosial atau Fear of Missing Out (FOMO). Seperti halnya yang dilakukan seorang Karyawan BUMN, Aji (28), yang dengan tegas menyuarakan keinginannya untuk menabung demi memiliki rumah impiannya.

“Kalau dulu sering kali malu atau gak enak saat menolak ajakan nongkrong mahal dengan alasan "gak ada uang", karena loud budgeting aku justru justru lebih berani menyatakan dengan tegas penolakanku atas ajakan teman-teman untuk berhemat, seperti "Aku gak bisa ikut nongkrong ke kafe malam minggu ini, karena sedang fokus nabung emas untuk DP rumah”. Hasilnya dari satu bulan ini aku berhasil berhemat dan menabung emas lebih dari satu gram. Sejujurnya ini lebih melegakan, dan karena kita tidak ragu untuk menyatakan, akhirnya orang-orang juga jadi ikut ter-influence untuk berhemat ala loud budgeting," ungkap Aji.

Kini loud budgeting dianggap sebagai langkah revolusioner dalam pengelolaan keuangan pribadi, karena secara tidak langsung menggerus stigma sosial, karena dengan bersikap terbuka akan menormalisasi kondisi keuangan yang terbatas demi rencana jangka panjang. Tren ini juga dapat mengendalikan impulsivitas, karena pengikut tren tersebut akan cenderung fokus pada prioritas (value-based spending). Bukan berarti tidak boleh berbelanja, namun memangkas biaya pada hal-hal yang tidak memberikan nilai jangka panjang, seperti membeli kopi mahal setiap hari, atau membeli baju sekali pakai, kemudian biaya tersebut dapat dialihkan ke aset yang lebih produktif, seperti emas, saham, dan instrumen investasi lainnya.

Menanggapi tren tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka atau yang kerap disapa Aat menyampaikan dukungannya terhadap loud budgeting. Aat juga mengungkapkan bagaimana menabung emas menjadi sangat cocok bagi generasi muda yang menerapkan loud budgeting.

“Sederhananya loud budgeting adalah pola shifting dari habit konsumtif menjadi lebih produktif. Misalnya setiap hari beli kopi seharga 20 ribu, jadi menabung senilai 20 ribu. Apalagi saat ini generasi muda semakin melek finansial dan semakin aware terhadap berbagai jenis instrumen investasi, seperti emas yang merupakan investasi safe haven. Ini terlihat dari lonjakan nasabah year on year di Pegadaian per Desember 2025 lalu, dimana Millennial tumbuh sebesar 49%, sementara Gen Z meningkat hingga 116%. Saat ini masyarakat ingin sesuatu yang mudah dan fleksibel. Melalui Aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat dapat menabung mulai dari Rp 10 ribu rupiah saja, dimana saja, dan kapan saja,” ungkap Aat (12/01).

Bagi nasabah Tabungan Emas Pegadaian, loud budgeting tentu menjadi “kendaraan nyaman” untuk mempercepat pertumbuhan aset. Hadirnya Tring! by Pegadaian sebagai platform finansial semakin memudahkan masyarakat bertransaksi dalam genggaman. Dengan konsisten menerapkan loud budgeting, masyarakat tidak hanya dapat sekedar menghemat pengeluaran, namun juga membangun pondasi keuangan yang kokoh.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
Melebarkan Sayap Internasional,...
Melebarkan Sayap Internasional, Pegadaian Cetak Kinerja Positif di Timor Leste
Wujudkan Satu Ketulusan,...
Wujudkan Satu Ketulusan, Rohis Pegadaian Distribusikan 4.500 Paket Daging Kurban
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian dan ANTAM Jalin Sinergi Strategis
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran
5 Tips Menabung untuk...
5 Tips Menabung untuk Pernikahan agar Hemat dan Finansial Tetap Sehat
Wujud Kepedulian, Pegadaian...
Wujud Kepedulian, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor Cisarua
Jobseeker Mari Merapat,...
Jobseeker Mari Merapat, Ini Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen
Rekomendasi
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved