Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran

Jum'at, 22 Mei 2026 - 15:51 WIB
loading...
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Inovasi teknologi perbankan ini dinilai efektif membantu konsumen mendisiplinkan pengeluaran harian. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Penggunaan fitur "kantong" pada layanan keuangan digital kini menjadi solusi andalan bagi masyarakat kelas menengah di Indonesia untuk mempertahankan stabilitas finansial di tengah tingginya tekanan biaya hidup. Inovasi teknologi perbankan ini dinilai efektif membantu konsumen mendisiplinkan pengeluaran harian dan mengontrol arus kas secara lebih terukur agar tidak terjebak dalam utang konsumtif.

"Sebenarnya bank digital ini lebih ke enabler (penggerak) dari yang amplop-amplop itu menjadi digital," ujar Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhila Maulida dalam sebuah diskusi publik, dikutip Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi

Berdasarkan Survei Katadata Middle Class Insight (KIMCI), sebanyak 51,8% kelompok kelas menengah kini terbiasa memisahkan uang tagihan bulanan dari keperluan sehari-hari. Langkah ini melengkapi kebiasaan merencanakan anggaran (68%) dan mencatat pengeluaran (44,9%), sebagai strategi bertahan di tengah penurunan jumlah kelas menengah dari 57,3 juta jiwa pada 2019 menjadi 47,2 juta jiwa pada 2024.



Hasil riset terpisah KIC terhadap hampir 2.000 responden di 10 kota besar menunjukkan bahwa 86 persen masyarakat telah familier dengan fitur kantong yang diadopsi oleh sejumlah bank seperti Bank Jago, BCA, dan Mandiri. Menariknya, metode membagi uang berdasarkan pos kebutuhan ini memiliki akar psikologis yang kuat, di mana 47,5 persen responden mengaku mengadopsi kebiasaan ini dari didikan orang tua mereka yang dahulu sering menggunakan amplop fisik.

Direktur Program dan Kebijakan Center of Policy Studies, Piter Abdullah mengemukakan bahwa digitalisasi ini membawa perubahan besar pada lanskap pengelolaan keuangan masyarakat. Dengan integrasi ekosistem keuangan saat ini, nasabah dapat dengan mudah memiliki banyak kantong pengeluaran dalam satu rekening tunggal tanpa harus mendatangi kantor cabang bank.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Rekomendasi
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved