Mau Bikin BUMN Tekstil Baru, Pemerintah Siapkan Dana Rp101 Triliun

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:56 WIB
loading...
Mau Bikin BUMN Tekstil...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana membentuk kembali perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor industri tekstil. Langkah strategis ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) penguatan industri padat karya yang telah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa rencana ini menjadi prioritas karena industri tekstil merupakan pilar utama ekonomi nasional dengan daya serap tenaga kerja yang sangat besar serta potensi ekspor yang tinggi. Saat ini, sektor tersebut tengah menghadapi tekanan berat, terutama akibat kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar ekspor utama.

"Jadi kemarin rapat di Hambalang dengan Bapak Presiden dan kami mengusulkan sudah diselesaikan roadmap (sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garment) sekaligus," ungkap Airlangga di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Telkom Mau Pangkas 60 Anak Usaha, Ada yang Ditutup hingga Dijual

Untuk membangkitkan kembali kejayaan industri tekstil nasional, pemerintah telah menyiapkan skema perkuatan modal. Pembentukan BUMN tekstil ini nantinya akan didukung penuh oleh pembiayaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.



Airlangga menjelaskan bahwa fokus pemerintah adalah memperkuat sisi produksi sekaligus memperluas akses pasar internasional, salah satunya melalui percepatan perjanjian kerja sama IEU-CEPA dengan Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Rekomendasi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Infografis
Tarif Trump Bikin Harta...
Tarif Trump Bikin Harta Orang Terkaya Dunia Susut Rp3.400 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved