Harga Bitcoin Naik ke Rp1,6 Miliar, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:26 WIB
loading...
Harga Bitcoin Naik ke...
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level Rp1,6 miliar. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level USD97.000 atau setara Rp1,6 miliar sebelum terkoreksi tipis ke level USD95.000-USD96.000 pada Kamis (15/1) setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar. Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti (core inflation rate) tetap terkendali di level 0,2% m/m dan 2,6% y/y.

Kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang naik 0,4% m/m. Dalam kondisi inflasi yang relatif stabil dan terkendali, bank sentral (The Federal Reserve) umumnya memiliki ruang untuk mempertahankan, atau dalam kondisi tertentu menurunkan, suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai stabilnya inflasi memberi ruang bagi pasar kripto untuk bergerak lebih leluasa setelah periode konsolidasi yang cukup panjang.

"Angka inflasi Desember 2025 masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter menurun dan likuiditas global berpotensi tetap terjaga. Untuk saat ini pelaku pasar akan fokus menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati data ekonomi berikutnya," ujar Antony di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Transaksi Kripto Tembus Rp482,23 Triliun Sepanjang 2025, Minat Investor Domestik Jadi Sorotan

Selain faktor makro, penguatan Bitcoin juga terjadi di tengah aksi pembelian oleh institusi besar. Strategy Inc. mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari USD1 miliar di awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025. Langkah tersebut memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut memberi dorongan sentimen pasar, meskipun permintaan ritel global masih cenderung terbatas.



Menurut Antony, konsistensi akumulasi oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat. "Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi," ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi di Bawah USD90.000, Fundamental Kripto Dinilai Tetap Kuat

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan dalam periode yang sama. Ethereum, Solana, dan beberapa altcoin besar bergerak lebih agresif, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah tekanan makro mereda. INDODAX turut mengimbau pelaku pasar untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi karakter utama dalam pasar aset kripto.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Catcrs Luncurkan Dana...
Catcrs Luncurkan Dana Darurat untuk Antisipasi Risiko Kripto
OJK Catat 21 Juta Pengguna...
OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto di RI, Indodax Kuasai 46,5%
Strategi DCA Dinilai...
Strategi DCA Dinilai Efektif Redam Volatilitas Pasar Kripto
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Upbit Indonesia Gelar...
Upbit Indonesia Gelar Roadshow Edukasi Kripto di Bulan Literasi 2026
Rekomendasi
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved