IHSG Sepanjang Pekan Kedua Januari 2026 Meroket 1,55%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp16.512 T
Jum'at, 16 Januari 2026 - 07:45 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis baru dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pasar modal Indonesia mencatatkan performa gemilang pada perdagangan pekan kedua Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menembus level psikologis baru dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 12-15 Januari 2026, IHSG mengalami peningkatan sebesar 1,55% dan ditutup pada level 9.075,406. Raihan itu naik signifikan dari posisi pekan lalu di level 8.936,754.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengonfirmasi pencapaian historis tersebut yang dibarengi dengan lonjakan nilai pasar perusahaan-perusahaan tercatat. Baca Juga: IHSG Berakhir Tembus 9.075 Sebelum Libur Panjang, Transaksi di Akhir Sesi Rp27,9 T
"Hari ini, Kamis (15/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun," tulis Kautsar dalam keterangan resminya.
Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa yang tumbuh 3,87 persen menjadi Rp32,68 triliun per hari. Kapitalisasi pasar BEI juga terkerek naik 1,29% menjadi Rp16.512 triliun.
Meski demikian, volume dan frekuensi transaksi harian mengalami sedikit koreksi masing-masing sebesar 2,68% dan 3,24%. Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
Investor asing terpantau masih sangat optimistis dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp947,45 miliar pada perdagangan Kamis (15/1). Secara akumulatif, sepanjang tahun 2026 ini, investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp7,30 triliun.
Dari pasar surat utang, BEI mencatatkan satu instrumen baru yakni Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 milik PT Chandra Asri Pacific Tbk pada Rabu (14/1).
Obligasi dengan nilai pokok Rp1,5 triliun tersebut menyandang peringkat idAA- dari PEFINDO. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai total Rp218,90 triliun.
Hingga saat ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan USD134,01 juta. Sementara itu Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di Bursa mencapai 190 seri dengan nominal fantastis sebesar Rp6.484,29 triliun serta USD352,10 juta.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 12-15 Januari 2026, IHSG mengalami peningkatan sebesar 1,55% dan ditutup pada level 9.075,406. Raihan itu naik signifikan dari posisi pekan lalu di level 8.936,754.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengonfirmasi pencapaian historis tersebut yang dibarengi dengan lonjakan nilai pasar perusahaan-perusahaan tercatat. Baca Juga: IHSG Berakhir Tembus 9.075 Sebelum Libur Panjang, Transaksi di Akhir Sesi Rp27,9 T
"Hari ini, Kamis (15/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun," tulis Kautsar dalam keterangan resminya.
Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa yang tumbuh 3,87 persen menjadi Rp32,68 triliun per hari. Kapitalisasi pasar BEI juga terkerek naik 1,29% menjadi Rp16.512 triliun.
Meski demikian, volume dan frekuensi transaksi harian mengalami sedikit koreksi masing-masing sebesar 2,68% dan 3,24%. Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
Investor asing terpantau masih sangat optimistis dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp947,45 miliar pada perdagangan Kamis (15/1). Secara akumulatif, sepanjang tahun 2026 ini, investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp7,30 triliun.
Dari pasar surat utang, BEI mencatatkan satu instrumen baru yakni Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 milik PT Chandra Asri Pacific Tbk pada Rabu (14/1).
Obligasi dengan nilai pokok Rp1,5 triliun tersebut menyandang peringkat idAA- dari PEFINDO. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai total Rp218,90 triliun.
Hingga saat ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan USD134,01 juta. Sementara itu Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di Bursa mencapai 190 seri dengan nominal fantastis sebesar Rp6.484,29 triliun serta USD352,10 juta.
(akr)
Lihat Juga :